30 LOLOS FINALIS DIMAS DIAJENG CILIK SLEMAN – Wadah Ekspresi Anak di Bidang Pariwisata


MERAPI-AWAN TURSENO Sudarningsih menyematkan selendang kepada finalis Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sudarningsih menyematkan selendang kepada finalis Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019.

NGAGLIK (MERAPI) – Sebanyak 30 peserta terpilih menjadi finalis dalam ajang Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019. Mereka terdiri dari 15 Dimas (putra) dan 15 Diajeng (putri) yang akan mengikuti seleksi untuk memperebutkan juara 1 pada malam penobatan pada 26 April 2019.

Peresmian 30 finalis sekaligus sebagai rangkaian pembuka kegiatan ditandai dengan penyematan selendang oleh Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, dalam acara Sugeng Rawuh Party di Mezzanine Eatery and Coffee, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik Jumat (22/3) malam.

Ketua Panitia Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019, AG Rangga Hami Seno menjelaskan, Dimas Diajeng Cilik Sleman merupakan ajang pemilihan duta daerah sekaligus duta pariwisata Kabupaten Sleman. Para finalis tersebut juga telah menjadi bagian dari Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS).

Menurut Rangga, Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman (PDDCS) 2019, mengambil tema Merajut Asa, Raih Cita-cita. Hal ini sebagai wadah bagi anak untuk berkegiatan, mengekspresikan diri serta menambah wawasan dan ilmu. Anak merupakan harapan terbesar bangsa dimasa akan datang. Selain itu memberikan kontribusi dibidang pariwisata, budaya, sosial dan lingkungan secara aktif khususnya di Sleman dan DI Yogyakarta pada umumnya.

Pada kesempatan tersebut Sudarningsih menyampaikan, Dimas Diajeng Cilik Sleman 2019 merupakan penyelenggaraan ke-2 yang sebelumnya dilaksanakan pada 2017. Ajang ini, menurutnya merupakan agenda satu-satunya di Yogyakarta bahkan mungkin di Indonesia.

“Selama ini saya belum pernah mendengar informasi bahwa pemilihan Dimas Diajeng Cilik terutama duta wisata dari anak-anak usia Sekolah Dasar (SD),” katanya.

Kegiatan tersebut, lanjut Sudarningsih, sangat positif supaya sedini mungkin mempersiapkan diri menjadi lebih percaya diri, mempunyai wawasan lebih luas. Tidak hanya menjadi duta wisata Sleman tetapi juga duta budaya, pendidikan, pertanian, perindustrian dan perdagangan atau duta lain.

Untuk itu dia berharap, setelah mereka mengenali dan memahami agar mempertahankan sesuai sesuai tagline Kabupaten Sleman yaitu Sleman The Living Culture dengan melestarikan budaya tetapi tetap terbuka mempelajari dan menerima budaya positif dari luar daerah. (Awn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pembentukan Kampung Jokowi, Modal Berharga DPC PDIP Sukoharjo Menangi Pemilu 2019

SUKOHARJO (MERAPI) - DPC PDIP Sukoharjo mendorong jajaran pengurus PAC atau kecamatan untuk membentuk Kampung Jokowi sampai ditingkat ranting atau

Close