PSS MASIH BUTUH PEMAIN ASING – Batata Dites Medis Dua Kali

SLEMAN (MERAPI) – Legiun asing PSS Sleman asal Brasil, Guilherme Batata, menjalani tes medis sebanyak dua kali. Pemain yang kena sanksi satu tahun tak boleh bermain di India ini menjalani tes medis di RSUD Sleman, Kamis (21/3) pagi. Selanjutnya Batata akan menjalani tes lagi di UNISA Senin (25/3) pagi.

Tes medis di RSUD Sleman dilakukan untuk mengetahui apakah pemain bersangkutan punya masalah di tubuh bagian dalam sedangkan anatomi tubuh Batata akan diperiksa di UNISA. Manajemen dan PT Putra Sleman Sembada (PSS) belum membeberkan tentang hasil tes pemain berusia 26 tahun yang berposisi sebagai gelandang bertahan tersebut.

“Iya memang dilakukan tes medis dua kali. Pagi tadi (kemarin) di RSUD Sleman lalu lanjut Senin di UNISA. Semoga saja hasilnya baik dan sesuai yang kami inginkan,” kata Humas PT PSS Yohanes Sugianto, Kamis (21/3).

Batata memang sangat diinginkan oleh tim pelatih PSS. Seto Nurdiyantoro, pelatih kepala, yakin Batata jadi solusi menjaga keseimbangan lini tengah meski sudah punya banyak pemain untuk mengisi posisi itu. Namun, tim pelatih dan manajemen belum pasti bisa menurunkan pemain bersangkutan karena masih mempelajari hukuman yang diterima Batata di India. Jika hukuman AIFF (Federasi Sepakbola India) itu diteruskan lalu mendapat persetujuan AFC bahwa sanksi akan berlaku di seluruh liga Asia maka gelap sudah masa depan Batata. Pihak PT pun mengungkapkan kekhawatiran mereka.

“Kami sedang menanti informasi dari PSSI soal hukuman yang diterima Batata, apakah berlaku secara internasional atau tidak. Kalau sudah ada informasi baru kami ambil langkah selanjutnya,” sambung Yohanes.

Ini bukan kali pertama PT dan manajemen lalai ketika memindai pemain bidikan. Sebelum Batata yang punya perilaku kurang menyenangkan di Liga India, mereka lebih dulu melakukan kelalaian saat mendatangkan striker asal Ukraina Yevhen Bokhasvili. Tak mencari informasi soal kesehatan dan statistik Sang pemain, PT langsung mendatangkannya ke Sleman.

Selama turnamen Piala Presiden kemarin Yevhen pun tak bisa dimainkan lantaran gagal dalam tes medis. Usai Piala Presiden, Yevhen juga harus berlatih sendiri bersama fisioterapis Sigit Pramudta. Kelalaian diperparah fakta bahwa Yevhen bukan pemain yang diinginkan tim pelatih.

“Posisi striker ini sangat penting bagi kami yang memang menginginkan tambahan asing di sana. Baru ada Yudo yang striker murni,” kata Seto.

Andai dikontrak, Batata bakal menjadi pemain ke-20 yang ada di skuad PSS untuk Liga 1. Saat ini sendiri baru ada Ega Rizky, Try Hamdani, Dhika Bayangkara (kiper), Alfonso de La Cruz, Jajang Sukmara, Asyraq Gufron, Ikhwan Ciptady, Zamzani, Bagus Nirwanto, Derry Rahman, Purwaka Yudi (Bek), Nerius Alom, Suhandi, Haris Tuharea, Dave Mustaine, Ricky Kambuaya, Wahyu Sukarta, Sidik Saimima, Brian Fereira (tegah), Kusheda Hari Yudo, Rangga Muslim, Arsyad Yusgiantoro (depan).

Rencananya PSS akan menghadapi Liga 1 dengan 23-25 pemain. Masih butuh tiga pemain lagi untuk memperkuat tim, satu di antaranya pemain asing. “Iya tambahannya di bek kiri dan striker. Semoga bisa cepat dapat, kalau yang lokal saya masih butuh yang punya pengalaman,” sambung Seto. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tommy Soeharto: Kami Hadir Memberi Bukti, Bukan Janji

BANYUMAS (MERAPI) - Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto mengatakan partainya berkomitmen memberi solusi dan bukti, bukan janji, untuk meningkatkan

Close