Jukir Liar Berkeliaran, Dishub Sukoharjo Lakukan Penertiban

Ilustrasi

SUKOHARJO (MERAPI) – Pelanggaran tempat dan tarif parkir kendaraan masih ditemukan tidak hanya di Kecamatan Sukoharjo Kota saja namun juga di kawasan bisnis di Solo Baru, Kecamatan Grogol. Disana bahkan ditemukan juru parkir (jukir) liar tanpa mengenalan identitas resmi dan karcis parkir saat menarik uang pada pemilik kendaraan. Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo diminta segera melakukan penindakan karena jukir liar dianggap meresahkan.

Salah satu warga Mojolaban, Vianto, Kamis (21/3) mengatakan, datang ke salah satu tempat makan di kawasan Solo Baru, Grogol menggunakan sepeda motor dan parkir. Saat itu datang seseorang tidak mengenakan identitas resmi sebagai jukir seperti seragam dan Kartu Tanda Pengenal (KTA). Selanjutnya orang tersebut meminta tarikan uang sebesar Rp 2.000 untuk parkir sepeda motor.

Setelah mendapatkan uang orang tersebut kemudian pergi dan tidak menjalankan tugas menunggui sepeda motor yang diparkir pembeli ditempat makan tersebut. “Kalau memang itu jukir resmi maka harus ada identitasnya dan menjalankan tugas menunggui sepeda motor yang diparkir. Selain itu saat menarik atau meminta uang juga tidak ada bukti karcis resmi parkir,” ujarnya.

Tarif parkir sendiri sudah diatur Pemkab Sukoharjo dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah. Aturan wajib ditegakan karena rawan terjadi pelanggaran pungutan liar (pungli) berupa penarikan tarif parkir tidak sesuai Perda.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indrianto mengatakan, benar ada aturan baru mengenai besaran tarif parkir kendaraan. Aturan di dalam Perda harus dilaksanakan oleh jukir resmi. Apabila tidak melakukan sesuai ketentuan maka bisa masuk kategori pelanggaran pungli. Sebab jukir menarik besaran tarif tidak sesuai dengan ketentuan dalam Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah.

Masyarakat juga harus mengetahui mengenai aturan baru tersebut berkaitan dengan tarif parkir kendaraan. Masyarakat bahkan berhak menolak atau meminta uang kembalian kepada jukir apabila ditarik tarif parkir kendaraan tidak sesuai dengan aturan.

Dishub Sukoharjo sudah memberikan sosialisasi pada para jukir untuk melaksanakan tugas sesuai aturan. Seperti jukir wajib mengenakan seragam resmi, memasang kartu tanda anggota (KTA) dan memberikan karcis resmi dari Dishub Sukoharjo.

Djoko Indrianto mengatakan, Dishub Sukoharjo sudah melakukan pengawasan dengan terjun ke lapangan memantau kondisi parkir kendaraan dan kerja jukir. Selain itu juga telah dilakukan pembinaan dan sosialisasi kepada pengelola parkir dan jukir.

Hasil dari pengawasan Dishub Sukoharjo diketahui masih banyak praktek pelanggaran. Seperti yang sering ditemukan jukir tidak mengenakan seragam resmi merah pemberian dari Pemkab Sukoharjo, jukir tidak mengenakan KTA saat bertugas dan tidak memberikan karcis resmi dari Dishub Sukoharjo kepada masyarakat.

“Masih ada temuan jukir menarik tarif parkir kendaraan tidak sesuai ketentuan. Langsung kami berikan teguran dan pembinaan. Itu kami lakukan agar mereka tidak mengulangi perbuatan karena menyalahi aturan dalam Perda dan bisa dikatakan pungli,” ujar Djoko Indrianto.

Djoko menegaskan, masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai aturan dalam parkir kendaraan. Setelah paham mereka juga bisa bertindak tegas dengan menegakan aturan kepada jukir. Apabila dibiarkan maka masyarakat dianggap sama saja membiarkan praktek pelanggaran dari jukir.

“Jukir sudah kami berikan pembinaan. Masyarakat juga harus paham aturan. Biar sama sama membantu penegakan aturan. Pelanggaran jangan dibiarkan,” lanjutnya. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO AKP Anggaito Hadi Prabowo menunjukan barang bukti dan pelaku perusakan bus Antar Jaya.
Pelaku Perusakan Jadi Bus Antar Jaya Tersangka

SLEMAN (MERAPI)- Setelah melakukan penyelidikan secara intensif, Polres Sleman akhirnya menetapkan empat orang tersangka aksi main hakim sendiri berupa perusakan

Close