DIHARAP KUNJUNGAN MASYARAKAT MENINGKAT – Bupati Resmikan Tiga Pasar Tradisional

MERAPI-AWAN TURSENO Sri Purnomo meninjau hasil revitalisasi Pasar Turi.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sri Purnomo meninjau hasil revitalisasi Pasar Turi.

TURI (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya merevitalisasi pasar tradisional yang ada di berbagai wilayah. Pembangunan pasar tradisional ini dimaksudkan agar semakin banyak masyarakat yang berkunjung. Sehingga perputaran ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Hal ini disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo saat meresmikan Pasar Turi, Kamis (21/3). Selain Pasar Turi, pada kesempatan tersebut juga diresmikan revitalisasi Pasar Gendol di Kecamatan Tempel dan Wonosari di Kecamatan Ngemplak.

Tampak hadir Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Wakil Ketua DPRD Sleman Sukaptono dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo berharap, renovasi pasar ini juga diiringi dengan penataan dagangan yang baik dan rapi serta menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga kesan kumuh yang selalu disandang pasar tradisional tidak akan terjadi. Dampaknya, pengunjung dari waktu ke waktu terus meningkat.

“Syukur nanti pasarnya besar ada pengelola sampah yang melakukan daur ulang. Sehingga tidak ada kesan kumuh. Hal ini sejalan dengan semboyan pasare resik, atine becik, rejekine apik. Ini sebuah filosofi yang sangat baik dan harus kita jalani,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Tri Endah Yitnani menyampaikan, tahun 2019 Disperindag Sleman melakukan perbaikan empat pasar yang menghabiskan total biaya Rp 4,4 milyar. Keempat pasar tersebut yaitu Pasar Turi, Gendol, Wonosari dan Cebongan.

“Pasar Turi, Gendol dan Wonosari sudah selesai kita revitalisasi. Sedangkan Pasar Cebongan hanya dilakukan renovasi,” jelasnya.

Endah menjelaskan, meski sempat terjadi kerusakan di Pasar Turi akibat angin kencang pada 13 Maret 2019 lalu, pihaknya telah selesai melakukan renovasi pada 18 Maret 2019.

“Kondisi Pasar Turi saat ini sudah sangat baik setelah dua kali terkena angin kencang. Proses peresmian juga sempat mundur karena 70 atap dari asbes ikut terkena angin kencang,” tuturnya.

Ia berharap, dengan pembangunan pasar rakyat ini disamping semakin menggerakkan perekonomian rakyat di Kabupaten Sleman juga menjadi peluang tenaga kerja yang tidak membutuhkan syarat tertentu.

“Kalau sudah mempunyai kemauan berdagang bisa menjadi mata pencaharian sehari-hari,” tambah Endah. (Awn)

Read previous post:
Istri Korban Otaki Pembunuhan

TEMANGGUNG (MERAPI) - Kepolisian Resort Temanggung menangkap seorang ibu rumah tangga, N dengan dugaan menjadi otak pembunuhan suaminya, Tjiong Boen

Close