PELAKU CATUT NAMA PERUSAHAAN OJEK ONLINE-Tipu Puluhan Orang, Raup Ratusan Juta Rupiah

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kombes Pol Tony Surya Putra dan AKBP Yulianto menunjukan barang bukti penipuan online.
MERAPI-SAMENTO SIHONO Kombes Pol Tony Surya Putra dan AKBP Yulianto menunjukan barang bukti penipuan online.

DEPOK (MERAPI)- Ditreskrimsus Polda DIY membongkar praktik penipuan yang menelan puluhan korban. Modusnya, pelaku mengaku sebagai operator perusahaan ojek online dan menawarkan korban promo hadiah. Namun nyatanya, pelaku membobol akun ojek online korban kemudian menguras deposit uang di dalamnya.
Hasil dari aksi mengelabui sekitar 40 orang di DIY, pelaku meraup uang ratusan juta rupiah. Dirreskrimsus Polda DIY Kombes Pol Tony Surya Putra didampingi Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto kepada wartawan, Kamis (21/3) mengatakan, dua orang tersangka berhasil diamankan yakni berisinial N (22) dan SR (41), keduanya warga Tulung Selapan Ilir, Sumatera Selatan.
Menurut Tony, kedua pelaku beraksi dengan mengacak nomor handphone untuk mencari calon korban. Setelah mendapat calon korban, tersangka N kemudian menghubungi nomor tersebut. Saat itu dia mengaku sebagai petugas dari perusahaan ojek online yang akan memberi korban hadiah.

Syaratnya, korban harus menyebutkan kode pin di akun aplikasi ojek online miliknya.
“Kode itu yang digunakan untuk masuk ke aplikasi. Tersangka menyasar nomor kontak korban secara acak dengan kode area Jawa Tengah, Yogyakarta, dan beberapa wilayah lain,” ujar Tony.
Untuk melancarkan aksinya itu, tersangka berdalih akan memberi korban dengan janji mendapat kiriman barang atau hadiah dari perusahaan aplikasi ojek online. Tanpa curiga korban menuruti permintaan tersangka.
Namun sebelum mendapat barang yang dijanjikan dikirim, korban harus menyetorkan sejumlah uang untuk jasa pengiriman sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Uang tersebut harus ditransfer ke rekening pelaku.
Menurutnya, saldo yang ada di dalam akun korban kemudian dikuras dan ditukarkan oleh N dengan uang cash dengan cara mengirimkan pulsa elektronik kepada SR yang berperan sebagai penampung. Sebelum kemudian dicairkan dalam bentuk uang.

“Saat korban menanyakan barang yang akan dikirim, korban sudah tidak bisa menghubungi pelaku karena setelah korban menrasfer uang, nomor langsung diblokir,” katanya.
Sementara itu Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto menambahkan, pihaknya sampai memburu kedua pelaku ke Sumatera. “Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, di Sumatera Selatan,” tandasnya.
Berdasarkan keterangan tersangka, setiap hari N menyasar 30-50 nomor korban dan rata-rata yang berhasil tertipu atau merespons rata-rata 10 korban. Sehingga selama 2 tahun menipu, keduanya meraup uang ratusan juta rupiah. “Selama 2 tahun menipu, perhari bisa mendapatkan Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta,” ucapnya.

Tony menambahkan, masih ada satu pelaku lainnya yang hingga kini masih buron. Selain memiliki peran memberi tahu N cara menipu, pelaku yang berstatus DPO ini juga melakukan manipulasi data korban untuk mengakses kartu kredit.
“Kami sudah mengirim DPO ke Polda Sumsel dengan modus operandi manipulasi data,” jelasnya.
Atas perbuatannya, N dan SR dijerat dengan Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang penipuan online dengan ancaman 6 tahun penjara.
Keduanya juga dijerat dengan Pasal 3,4, dan 5 Undang-Undang nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman penjara maksimal 5-20 tahun dan denda maksimal Rp1-5 miliar.(Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Angkat Dramatic Reading Lewat TKW Korban Ketidakadilan

LASTRI menangis sembari memanggil ibunya dan suaminya. Meratapi nasibnya sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab yang harus dihukum mati.

Close