PELAKU ORANG TUA HINGGA MURID SD-3 Kali Dalam Sebulan Kotak Infak Dicuri

MERAPI-AMIN KUNTARI/Takmir Masjid Jami' memperbaiki letak kotak infak yang sempat dirusak pencuri.
MERAPI-AMIN KUNTARI/Takmir Masjid Jami’ memperbaiki letak kotak infak yang sempat dirusak pencuri.

WATES (MERAPI)- Pencuri kotak infak sedang gencar beraksi di Masjid Jami’, Wates, Kulonprogo. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, masjid yang berlokasi di Jalan Moch Dawam tersebut sudah tiga kali disatroni pencuri kotak infak.
Takmir Masjid Jami’, Ribut menyampaikan, terakhir kali pencuri beraksi pada Kamis (21/3) dini hari. Ia mencongkel besi yang digunakan untuk menempelkan kotak infak ke tembok masjid. Setelah itu, kotak infak dibawa ke semak-semak pinggir masjid. Aksinya sempat dipergoki tetangga masjid.
“Saksi terbangun karena mendengar suara motor dan sempat melihat pelaku berada di luar masjid. Pas ditanya, bilangnya mau numpang buang air kecil,” kata Ribut.

Lantaran curiga, saksi mengambil senter untuk menerangi masjid, namun pelaku bergegas pergi. Ternyata, ditemukan kotak infak di semak-semak. Kotak tersebut masih dalam keadaan terkunci, sebagai tanda bahwa pelaku belum berhasil mengambil uang di dalamnya.
“Pelakunya orang asing, bukan warga sekitar sini. Saya kira, masjid-masjid lain juga banyak yang disatroni pencuri kotak infak,” imbuh Ribut.
Takmir Masjid Jami’ yang lain, Sartono atau akrab disapa Setun menambahkan, pencuri sedang gencar beraksi dengan mengincar kotak infak. Setun menyebut, dalam kurun waktu sebulan terakhir sudah tiga kali terjadi pencurian kotak infak di Masjid Jami’. Di masjid itu ada empat kotak infak yang diletakkan di dekat tempat wudhu dan dalam masjid

“Pada kejadian 26 Februari, yang disasar kotak infak di serambi. Kotaknya diambil dan dibawa kabur. Kemudian sekitar 10 hari lalu, ini (kotak di pintu masuk masjid). Pencuri mencongkel bagian atas kotak, kemudian mengambil uangnya. Sementara terakhir yang tadi malam (kemarin), kotaknya dibawa ke luar masjid tapi belum sempat diambil uangnya sudah ditinggal kabur karena kepergok orang,” kata Setun.
Pihak masjid meyakini, uang yang sukses dibawa kabur pencuri tidak banyak karena aksinya dilakukan sehari setelah isi kotak infak diambil takmir. Menurut Setun, kotak infak Masjid Jami’ sebelumnya diambil seminggu sekali. Namun setelah disatroni pencuri, jaraknya diperpendek menjadi tiga hari sekali serta setiap Hari Jumat setelah Salat Jumat.

“Selain itu, kami juga sedang memikirkan langkah antisipasi lainnya, terutama dari sisi peningkatan keamanan kotak infak,” ujarnya.
Sebenarnya, lanjut Setun, pihak masjid sudah berupaya menangkap pelaku pencurian kotak infak. Salah satunya dengan melakukan pengintaian. Hasil pengintaian terakhir bahkan bisa menangkap empat pelaku berbeda dalam kurun waktu satu minggu. Ada yang warga Kokap, ada pula yang warga luar Kulonprogo seperti Purworejo. Ironisnya, pencurian ini tidak hanya dilakukan orang tua saja, melainkan juga anak usia SD yang beraksi pada malam hari.
“Kita bina, kemudian dipulangkan ke keluarga masing-masing. Sejauh ini, pihak masjid memang tidak pernah melapor secara resmi ke polisi, hanya ditangkap dan diselesaikan sendiri saja,” kata Setun.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, AKP Sujarwo mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait kasus pencurian kotak infak, baik di Masjid Jami’ maupun masjid-masjid lainnya di Kulonprogo. Karena itulah, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang di lingkungannya terjadi pencurian atau pelangaran hukum lainnya, agar sesegera mungkin melapor ke aparat kepolisian terdekat.
“Supaya dapat dengan cepat dilakukan penanganan untuk diungkap pelakunya, diselesaikan masalahnya sehingga masyarakat merasa aman dan tenteram,” kata AKP Sujarwo. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PSS MASIH BUTUH PEMAIN ASING – Batata Dites Medis Dua Kali

SLEMAN (MERAPI) - Legiun asing PSS Sleman asal Brasil, Guilherme Batata, menjalani tes medis sebanyak dua kali. Pemain yang kena

Close