Pelaku Perusakan Jadi Bus Antar Jaya Tersangka

MERAPI-SAMENTO SIHONO AKP Anggaito Hadi Prabowo menunjukan barang bukti dan pelaku perusakan bus Antar Jaya.
MERAPI-SAMENTO SIHONO AKP Anggaito Hadi Prabowo menunjukan barang bukti dan pelaku perusakan bus Antar Jaya.

SLEMAN (MERAPI)- Setelah melakukan penyelidikan secara intensif, Polres Sleman akhirnya menetapkan empat orang tersangka aksi main hakim sendiri berupa perusakan dan pembakaran bus Antar Jaya yang terjadi di Jalan Wates Km 7, Gamping, Sleman. Para pelaku mengaku melakukan perusakan bus karena spontan karena mendengar isu jika pengendara motor yang ditrabrak bus tewas.
Empat tersangka yang diamankan yakni YS (36), MRJ (33), TW (37) dan YTM (44), semuanya warga Balecatur Gamping Sleman. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa batu, potongan besi dan pakaian milik para tersangka.

“Peran mereka berbeda-beda. Ada yang merusak, melempar batu dan memukul bus. Tapi belum ada yang mengakui membakar bus,” kata Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansah melalui Kasat Reskrim AKP Anggaito Hadi Prabowo kepada wartawan, Kamis (21/3).
Dijelaskan AKP Anggaito, penangkapan para tersangka berawal dari penyelidikan Satreskrim Polres Sleman atas kasus perusakan dan pembakaran bus Antar Jaya. Polisi kemudian melihat rekaman video yang beredar di media sosial maupun yang direkam warga saat kejadian itu. Alhasil, muncul identitas keempat pelaku.
“Usai melakukan aksinya itu, para tersangka ini melakukan aktivitas seperti biasa, ada yang ditangkap saat bekerja, ada juga yang sedang berada di rumah,” katanya.
Meski awalnya sempat mengelak melakukan aksi perusakan, namun setelah ditunjukkan video yang beredar, keempat orang tersangka tersebut akhirnya hanya pasrah.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut AKP Anggaito, mereka mengaku melakukan perusakan karena spontanitas setelah melihat tetangganya menjadi korban tabrakan. Apalagi berdasarkan informasi yang beredar, korban meninggal dunia akibat ditabrak bus Antar Jaya.
“Aksi itu hanya spontanitas dari masyarakat, karena ada warga yang menjadi korban kecelakaan,” katanya.
AKP Anggaito menambahkan, pihkanya masih memburu lima orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran bus. Pihaknya juga akan segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap lima orang itu.
“Lima orang itu diketahui dari keterangan korban. Kita juga dapatkan informasi percakapan dari handphone tersangka ini supaya menghapus video yang beredar,” ujar AKP Anggaito.
Guna menghindari kejadian serupa, AKP Anggaito mengimbau masyarakat untuk tidak mudah main hakim sendiri, karena hal tersebut melanggar hukum.

“Jangan main hakim sendiri ketika mengetahui sebuah kejadian, biarkan pihak berwajib yang menanganai, karena itu jelas melanggar hukum. Sehingga ke depan kejadian main hakim sendiri tidak terulang,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi Rabu (13/3) sekitar pukul 18.30 itu. Berawal ketika bus Antar Jaya nopol AD 1644 CF jurusan Solo-Purwokerto yang dikemudikan oleh Joko Sundarto (57) warga Karanganyar, melintas dari arah barat ke timur di Jalan Wates.
Sesampai di lokasi kejadian, tepat beriringan di depan bus melaju sepeda motor yang dikendarai korban Wahyu Cahyono. Motor korban yang tanpa dilengkapi lampu belakang berniat belok ke kanan. Sopir bus tak melihat hal itu hingga motor korban tersenggol bagian depan bus. Korban pun jatuh terpental.
Setelah kejadian itu, sopir menghentikan bus tak jauh dari TKP, namun karena diduga ada provokasi, massa kemudian merangsek dan merusak bus lalu membakarnya. Sebelum aksi main hakim sendiri berlangsung, para penumpang diminta massa agar turun dari bus.(Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Harta Pemulung Terus Dicari, Rp 45 Juta Sudah Ditemukan

PURWOREJO (MERAPI) – Upaya pembersihan rumah keluarga Sutarman (57), seorang pemulung warga RT 02/RW 04 Kelurahan Keseneng Kecamatan/Kabupaten Purworejo terus

Close