Dinkes Yogya Deteksi Dini Gejala TB Lewat Ketuk Pintu

UMBULHARJO (MERAPI) – Sebanyak 81 orang warga Kota Yogyakarta terindikasi mengalami gejala penyakit Tuberculosis (TB). Hal itu berdasarkan hasil deteksi dini kegiatan ketuk pintu ke rumah-rumah warga yang dilakukan Maret 2019.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta Fita Yulia mengutarakan, dari deteksi dini ketuk pintu kepada 381 kepala keluarga telah dilakukan screening 1.071 orang. Hasilnya ditemukan 81 orang dengan gejala TB.

“Sebanyak 71 orang gejala TB di antaranya sudah dirujuk ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Fita dalam workshop TB di Balaikota Kamis (21/3).

Deteksi dini penyakit TB juga dilakukan di lembaga pemasyarakatan kelas 2 A dan 2 B Wirogunan. Dia menyatakan hasil kegiatan di Lapas Wirogunan telah dilakukan screening kepada 158 warga binaan dan ditemukan 66 warga binaan dengan gejala TB. “Sebanyak 15 warga binaan gejala TB di antaranya dilakukan pemeriksaan laborat dan tes cepat, hasilnya negatif TB,” ujarnya.

Selain deteksi dini dalam kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan hari TB dunia itu, juga ada edukasi penyakit TB. Deteksi dini dan edukasi TB penting agar segara tertangani dan dapat dicegah. Pasalnya TB memerlukan pengobatan yang lama dan bisa menular.

“Kami harap semua pihak berperan untuk peduli terhadap penyakit TB agar bisa dilakukan pencegahan, pemeriksaan dan pengobatan,” papar Fita.

Dinkes Kota Yogyakarta mencatat selama tahun 2018 ada 943 temuan kasus TB di masyarakat. Sebanyak 32 di antaranya TB resisten obat atau kebal obat dan 10 di antaranya sudah meninggal dunia.

Sementara itu Staf Ahli Walikota Bidang Kesejahteraan Rakyat Wirawan Haryo Yudho saat membacakan sambutan Walikota Yogyakarta mengharapkan dukungan masyarakat agar berperan aktif mengatasi dan mencegah penyakit TB. Melalui kegiatan diminta meningkatkakan kerja sama lintas sektor, merangkul kader kesehatan wilayah mempunyai kepedulian kepada penyakit TB.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan gerakan sosial membebaskan Yogyakarta dari TBC. Saatnya ‘Yogyakarta Bebas TBC Mulai Dari Saya’ hendaknya tidak hanya menjadi tema. Tapi benar-benar dimaknai sebagai gerakan moral dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” tandas Wirawan. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Berburu Batik Tulis di Produsen Jadi Tambah Ilmu

SEBAGIAN produsen kain batik tulis sudah mempunyai butik ataupun showroom berdekatan dengan lokasi produksi. Tak jarang konsumen merasa ada kebanggaan

Close