PROSES PENYEMBUHAN CEDERA – Arie Sandy Butuh Sebulan, Arsyad Dua Pekan

SLEMAN (MERAPI) – Hingga satu bulan ke depan skuad PSS Sleman belum lengkap. Arsyad Yusgiantoro dan Arie Sandy masih menjalani pemulihan cedera. Selain itu legiun asing yang rencananya memperkuat lini depan masih gelap. PSS pun hanya punya waktu dua bulan mempersiapkan tim sebelum kick off Liga 1 digelar Mei mendatang.

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro berharap pemain sudah lengkap satu bulan sebelum kick off. “Semoga saja pemain kita lengkap semua dalam waktu dekat ini jadi bisa menjalankan program,” katanya, Rabu (20/3).

Arsyad, winger anyar eks PSM Makasar ini harus menepi dua pekan ke depan usai mendapat cedera bahu saat turun melawan Madura United. Meski sudah latihan ringan, Arsyad baru benar-benar bisa latihan normal dua pekan mendatang. Dokter tim, Hernawan Sukoco menjelaskan pemain berusia 22 tahun ini harus menguatkan bahu kanannya lebih dulu baru bisa latihan normal bersama tim. Setelah mendapat penanagan medis, Arsyad kini menjalani terapi bersama Fisioterapis tim Sigit Pramudya.

“Sekarang masuk ke mobilisasi sendi. Sudah masuk ke tahap penguatan sendi bahu, sejauh ini perkembangan bahu kanannya sudah cukup bagus. Tinggal melancarkan ruang lingkup gerak sendinya, bertahap saja,” kata Sigit.

Arie Sandy juga masih menjalani latihan terpisah dari rekan-rekannya. Usai membaik dari cedera lutut Arie Sandy masih harus memperbaiki kinerja otot paha. Dari tes medis tim dokter, gelandang bertipe destroyer itu mengalami pengurangan kepadatan otot.
Namun dari tulang, otot paha, dan massa ototnya masih bagus. Sigit sendiri memperkirakan Arie Sandy baru bisa latihan normal setelah satu bulan penyembuhan. “Hasil tes medisnya cukup baik tapi sekarang kita sedang fokus juga membenahi trauma pada otot pahanya. Mungkin tiga sampai empat minggu sudah bisa latihan,” sambung Sigit.

Namun rasanya tim pelatih tidak perlu khawatir jika Arie Sandy butuh waktu lebih panjang mengatasi traumanya. Pasalnya Laskar Sembada sendiri punya banyak stok gelandang bertahan. Selain Nerius Alom dan Wahyu Sukarta, Alfonso de La Cruz juga bisa diposisikan sebagai gelandang bertahan. Belum lagi PSS akan kedatangan pemain asal Brasil Guilherme Batata yang bakal tes medis dalam waktu dekat.
Untuk Batata sendiri Seto berharap Sang Pemain bisa berkontribusi. “Semoga dia tampil seperti dalam videonya, berkontribusi untuk tim. Kami sudah bicara pada manajemen agar segera ditindaklanjuti,” sambung pelatih asal Kalasan itu.

Jika lini tengah aman-aman saja tanpa kehadiran Arie Sandy lini depan sebaliknya. Di Piala Presiden lalu PSS hanya mencetak dua gol dari tiga pertandingan. Dua gol dicetak gelandang serang Brian Fereira dan Kusheda Hari Yudo berkat assist Alfonso de La Cruz dan Rangga Muslim. Jika Arsyad membutuhkan waktu lebih lama, Seto kembali putar otak karena selain Yudo dan Rangga hanya ada Arsyad di lini depan. Haris Tuharea yang berposisi sebagai gelandang dan Derry Rahman sempat dicoba mengisi penyerang sayap karena keterbatas pemain ini.
Ditambah lagi pemain asing yang diharapkan tim pelatih tak kunjung datang. Tak jelas siapa dan dari mana legiun asing yang diincar mengisi pos pemain depan ini.

Seto masih terus berkomunikasi dengan manajemen dan PT soal legiun asing maupun pemain lokal yang harus direkrut untuk memperkuat tim. CEO PT PSS, Soekeno kembali menegaskan uang bukan masalah bagi PSS karena ia ingin Laskar Sembada tidak sekadar mampir ke Liga 1. Namun, tampaknya PT juga bingung mau dikemanakan uang yang tak terbatas itu lantaran dua bulan sebelum kick off, stock pemain lokal berkualitas kian tipis karena PSS kalah cepat dengan tim-tim lain. (Des)

Read previous post:
Kulonprogo Kejar Capaian UHC

WATES (MERAPI) - Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Kesehatan setempat saat ini sedang mengejar capaian Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan

Close