Pengusaha Kroto Dirampok, Rp 500 Juta Raib

MERAPI-AMIN KUNTARI Polisi melakukan olah TKP pencurian dengan memeriksa mobil korban.
MERAPI-AMIN KUNTARI Polisi melakukan olah TKP pencurian dengan memeriksa mobil korban.

WATES (MERAPI)- Seorang pebisnis kroto warga Suruhan, Karangsari, Pengasih, Kulonprogo, Kusman (43) dirampok di seputaran palang pintu perlintasan kereta api sisi barat (Teteg Kulon) Driyan, Wates, Kulonprogo, Rabu (20/3). Uang tunai lebih dari Rp 500 juta yang diletakkannya di dalam jok mobil raib diambil pencuri saat Kusman sibuk mengecek ban kempes. Diduga, pelaku sengaja mengempesi ban mobil korban untuk membuatnya terlena.
Saksi mata kejadian, Sutinah (52) yang merupakan pedagang makanan kecil di Teteg Kulon menyampaikan, sekira pukul 10.30 WIB dirinya melihat mobil Mitsubishi Pajero Sport AB 605 IH milik Kusman menepi di seberang jalan depan warungnya. Pengemudi kemudian turun dan mengecek kondisi ban belakang sebelah kiri.
Dalam waktu hampir bersamaan, seorang lelaki bertubuh tinggi, sedikit gemuk, serta mengenakan kaos abu-abu dan topi nampak berjalan di depan warung Sutinah. Ia kemudian menyeberang jalan ke arah mobil Kusman dan langsung membuka pintu sopir.
“Saya lihat orang itu ambil tas kotak seperti koper dari dalam mobil, kemudian langsung pergi membonceng motor yang tiba-tiba datang menghampiri,” kata Sutinah.
Motor bebek berwarna merah tersebut dengan cepat melaju ke arah timur. Saat kejadian, menurut Sutinah, jalan dalam keadaan sepi. Pemilik mobil juga tidak menyadari aksi pencuri lantaran sedang sibuk memeriksa ban kempes.

“Saya langsung menghampiri pemilik mobil untuk memberitahu bahwa tasnya diambil orang. Dia kaget karena uang di dalam tas itu sangat banyak,” kata Sutinah.
Orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian kemudian berdatangan. Salah satu petugas kebersihan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di dekat lokasi, Suranto (43), sempat menawarkan diri untuk mengejar pelaku.
“Pemilik mobil saya boncengkan naik motor untuk mengejar pelaku. Tapi belum jauh melaju, dia bilang tidak tahu ciri-ciri pencurinya, jadi kami memutuskan kembali ke lokasi kejadian,” terang Suranto.
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, salah satu pelaku yang merupakan pengendara motor, menggunakan Supra warna merah. Ia berhenti di depan gerbang sekolah di dekat mobil Kusman sambil menelepon, sebelum akhirnya menghampiri pelaku lain yang bertindak mengambil tas. Aksi keduanya berlangsung cepat dan berjalan mulus.

Setelahnya, Kusman melapor ke Polsek Wates dengan harapan pelakunya bisa segera ditangkap. Kepada wartawan, ia bercerita peristiwa kehilangan itu dialaminya setelah mengambil uang tunai senilai Rp 500 juta di Bank BCA Cabang Wates, sekira pukul 10.00 WIB. Saat dalam perjalanan pulang ke rumah, seorang pengendara motor menahan laju mobilnya dan memberitahu kondisi ban belakang yang kempes.
“Dia berkendara mendekati pintu sopir lalu bilang kalau ban saya kempes. Setelah itu, dia melaju ke utara menyeberang rel, sementara saya ambil belokan ke kanan mencari tempat sepi untuk ganti ban,” katanya.
Saat turun dari kendaraan, Kusman memang lalai tidak mengunci mobil atau membawa tas berisi uang tunai miliknya. Dirinya tidak menyangka, akan ada pencuri yang ambil kesempatan. Aksi pencuri juga tidak disadarinya, sampai ibu-ibu pedagang jajanan di dekat lokasi memberitahu bahwa tasnya diambil orang.

“Uang tunai yang di dalam tas ada Rp 500 juta, ditambah Rp 5 juta dan buku tabungan. Dompet saya juga ikut hilang, berisi surat-surat penting seperti STNK, SIM dan kartu ATM,” sebutnya.
Uang tunai yang cukup banyak itu, sedianya akan dipakai Kusman untuk berbisnis yakni membayar dagangan. Kusman yang merupakan pengusaha telur semut kerengga (rangrang) ini mengaku sudah sering mengambil uang tunai di bank dalam jumlah banyak tanpa pengawalan polisi.
“Kemarin-kemarin tidak ada peristiwa buruk, baru kali ini,” ucapnya.
Setelah mendapat laporan dari Kusman, petugas kepolisian langsung menindaklanjuti dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). dari hasil pemeirksana smeentara, uat dugaan pelaku sudha menguntit korban sejak dari bank. kemudian, pelaku mengempesi ban mobil korban sebelum beraksi. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
FESTIVAL PURBAKALA 2019 : Membaca Masa Lalu, Menata Masa Depan

SETIAP jengkal tanah di bumi Mataram yang kini sebagian besar menjadi wilayah DI Yogyakarta, bisa dipastikan memiliki kandungan nilai sejarah

Close