Lebihi Kuota, Calon Transmigran Kota Yogya Diseleksi

UMBULHARO (MERAPI) – Peminat progam transmigrasi dari warga Kota Yogyakarta melebihi kuota yang ditetapkan. Untuk itu calon transmigran yang memiliki motivasi kuat menjadi salah satu pertimbangan seleksi.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Tenaga Kerja dan Transmigrasi (KUKM Nakertrans) Kota Yogyakarta mencatat jumlah yang mendaftar transmigrasi saat ini sudah mencapai sekitar 30 kepala keluarga (KK). Sedangkan kuota transmigrasi Kota Yogyakarta tahun 2019 ditetapkan hanya untuk 10 KK.

“Tahun ini kuota transmigrasi untuk Kota Yogyakarta 10 KK ke Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara dengan sharing dana pemerintah di sana,” kata Kepala Dinas KUKM Nakertrans Kota Yogyakarta, Lucy Irawati, Rabu (20/3).

Para calon transmigran yang telah mendaftar akan diseleksi secara administrasi, minat bakat dan keinginan. Oleh sebab itu warga yang sudah mendaftar akan didalami minat dan alasan mengikuti transmigrasi. Walaupun sudah melebihi kuota, pendaftaran transmirasi di Kota Yogyakarta masih dibuka hingga Juli.

“Justru yang diharapkan warga memiliki motivasi dan minat sendiri ikut transmigrasi. Dari pendaftar yang masuk rata-rata motivasinya karena di Yogya tidak punya lahan dan ingin meningkatkan taraf hidup,” imbuh Kepala Seksi Pengembangan dan Penempatan Transmigrasi, Dinas KUKM Nakertans Kota Yogyakarta, Sunarto.

Di samping motivasi, syarat transmigran maksimal berumur 50 tahun dan harus satu keluarga. Sebelum diberangkatkan calon transmigran akan mendapat pembekalan, pelatihan meteri terkait seputar pengelolaan teknis pertainan dan olah produk pertanian.

Para transmigran akan mendapatkan lahan untuk pertanian rata-rata 2 hektare dan uang saku Rp 10 juta/KK dari APBD Yogya. Dia menyatakan pada setahun pertama tranmigran akan menerima logistik jatah hidup seperti pangan dari Pemda Bulungan.

“Tranmisgrasi ke Bulungan ini menggunakan pola sharing anggaran dengan Pemerintah Daerah Bulungan terkait sarana prasarana rumah transmigrasi dan jamban keluarga,” paparnya.

Kabupaten Bulungan dipilih karena berdasarkan hasil survei lokasi bersama Pemda DIY. Menurutnya dibandingkan daerah tujuan transmigrasi lainnya, Kabupaten Bulungan relatif baik. Lahan pertanian di Kabupaten Bulungan dari sisi kontur tanah dinilai seperti Jawa yang dibuktikan dengan tanaman padi bisa tumbuh. “Rencana pemberangkatan masih menunggu dari pemerintah pusat. Biasanya diberangkatkan sekitar September-Oktober,” ujar Sunarto.

Dinas KUKM Naketrans Kota Yogyakarta juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap transmigrasi yang sudah berjalan. Menurutnya rata-rata transmigran betah sehingga tidak ada yang meminta pulang atau kembali ke Yogyakarta. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-RIZA MARZUKI Petugas dan relawan mengevakuasi jasad korban longsor di Kedungbuweng, Imogiri.
TERTIMBUN MATERIAL SEDALAM 5 METER-Jasad Korban Longsor Ditemukan Nyaris Berpelukan

IMOGIRI (MERAPI)- Upaya pencarian korban tertimbun longsor di Kompleks Makam Raja Mataram Dusun Kedungbuweng, Imogiri, Bantul akhirnya membuahkan hasil memasuki

Close