Kawanan Kera Liar Serang Perkebunan Warga Tiyaran

MERAPI-ATIK WIDYASTUTI Kera ekor panjang yang turun sampai kantor Balai TNGM yang berjarak 8 kilometer dari puncak Merapi
Ilustrasi kera liar

SUKOHARJO (MERAPI) – Kawanan kera liar turun gunung menyerang perkebunan dan rumah warga di wilayah Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu. Serangan semakin ganas sejak beberapa hari terakhir sehingga membuat resah warga. Akibat kejadian tersebut menyebabkan kerusakan terhadap sejumlah tanaman pangan.

Kepala Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu Sunardi, Kamis (14/3) mengatakan, sudah sering mendapatkan keluhan warga akibat serangan kawanan kera liar. Serangan tersebut sudah terjadi cukup lama dan belum berhenti sampai sekarang. Kawanan kera liar tersebut berasal dari gunung disekitar tempat tinggal warga.

Serangan kawanan kera liar yang terjadi saat masih musim penghujan membuat kaget warga. Sebab biasanya fenomena tersebut terjadi saat musim kemarau. Kera liar tersebut sekali turun jumlahnya sangat banyak dan meresahkan warga. Sebab kawanan kera liar menyerang perkebunan dan rumah warga.

Bahkan tidak jarang kawanan kera liar berusaha menyerang warga demi untuk mendapatkan makanan. Serangan kawanan kera liar membuat sejumlah tanaman pangan milik petani rusak. Seperti tanaman kacang tanah, singkong, ketela pohon dan berbagai sayuran. Hasil bumi tersebut ludes dijarah kawanan kera liar saat datang menyerang perkebunan.

“Serangan kawanan kera liar sekarang semakin meluas dan menambah resah warga. Sebab kera itu menyerang demi mendapatkan makanan,” ujarnya.

Pemerintah Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kecamatan dan Pemkab Sukoharjo. Hal itu dilakukan sebab sangat sulit mengusir kawanan kera liar yang terus menyerang.

Usaha sudah dilakukan pemerintah desa bersama warga untuk mengusir kawanan kera liar. Namun hasilnya tetap percuma sebab kera liar tetap turun gunung dan menyerang perkebunan warga demi mendapatkan makanan.

“Warga sudah mengusir kawanan kera liar dengan tangan kosong namun kera liar itu tidak takut. Warga kemudian berusaha mencari cara lain dengan menggunakan senapan angin dan cukup efektif,” lanjutnya.

Penggunaan senapan angin akan terus dilakukan warga apabila kawanan kera liar tetap menyerang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan.

“Kawanan kera liar itu turun gunung karena mungkin di gunung sana stok makanan sudah menipis atau habis. Jadi kera liar itu turun gunung mencari makanan dengan menyerang perkebunan dan masuk ke rumah warga,” lanjutnya. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Miliaran Rupiah Tak Disetor, Bendahara Kantor Desa ‘Disemprot’ Kantor Pajak

KARANGANYAR (MERAPI) - Setoran pajak kegiatan desa bersumber Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018 belum terealisasi penuh.

Close