MELAWAN PERSIJA BESOK – Seto Tak Siapkan Siapkan Strategi Khusus

Spread the love

SLEMAN (MERAPI) – Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro menyatakan tidak menyiapkan stratego khusus saat menghadapi Persija Jakarta pada laga terakhir babak penyisihan Piala Presiden di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (15/3). Laga ini menjadi penentu bagi kedua tim untuk lolos ke babak berikutnya.

“Tidak ada straegi khusus, kita bermain seperti melawan Borneo FC dan tentu saja ada perbaikan. Kita lakukan perlahan serta tidak perlu tergesa-geda dan berulang-ulang agar pemain lebih paham,” kata Seto seperti dilansir laman resmi PSS, kemarin.

PSS tidak akan mudah menghadapi Persija. Meski unggul fisik lantaran sebagian besar pemain Persija baru menghadapi Shan United, namun kemenangan Macan Kemayoran melawan wakil Myanmar di Piala AFC itu menambah motivasi skuad besutan Ivan Kolev itu melawan Laskar Sembada. Apalagi di pertandingan terakhir Jumat (15/3) besok Persija bakal ditemani 8.000 Jakmania di Stadion Maguwoharjo.

Ivan Kolev sendiri langsung mengalihkan fokus ke laga melawan PSS. “Saya memikirkan rotasi untuk lawan PSS. Tim sudah saya siapkan agar fokus ke sana dan pertandingan pasti menarik,” kata Kolev.

Sementara itu di tubuh tim, lini tengah musim ini sangat menarik. Sejumlah nama besar mengisi posisi itu. Sebut saja Nerius Alom, Sidik Saimima, Ricky Kambuaya, Dave Mustaine, Suhandi, dan legiun asing Brian Fereira. Di antara nama besar itu satu pemain asli Sleman, Wahyu Sukarta, muncul dan membuktikan kualitasnya.

Tiga kali turun sebagai starter, dua kali lawan Barito Putera di ajang Piala Indonesia dan satu kali lawan Borneo FC di laga kedua babak penyisihan Grup D Piala Presiden, PSS tak terkalahkan.

Musim lalu ia tak punya banyak kesempatan bermain sebagai starter. Namun sejak laga pra musim hingga di Piala Presiden, Wahyu Sukarta menjelma menjadi sosok penting di tubuh PSS.
Ia memang bukan tipe gelandang perusak seperti Alom atau Arie Sandy musim lalu. Namun ketenangannya di lini tengah memberi garansi bagi pemain lain saat transisi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya.

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro mengakui peran Wahyu di lapangan, terlebih pemain muda yang satu ini punya tendangan bebas dan umpan panjang terukur.

“Memang Wahyu punya teknik yang bagus, punya long pass dan akurasi tembakan yang baik. Kelebihan dia harus ditambah lagi begitu pula kekurangannya. Besok dia harus main lebih konsisten,” kata Seto, Rabu (13/3).

Salah satu kekurangan Wahyu menurut Seto adalah posisi. Saat melawan Borneo FC Seto menginginkan Wahyu menjadi gelandang bertahan namun beberapa kali pelatih asal Kalasan ini meneriakinya dari pinggir lapangan.

Menurut Seto Wahyu beberapa kali memperlihatkan kesalahan elementer. Ke depan Seto pun ingin agar gelandang mudanya ini bisa memperbaiki penampilan karena dalam laga pra musim sudah menunjukkan penampilan yang jauh lebih baik dari musim lalu.

“Saya ingin dia meningkat sebagai gelandang bertahan. Meminmalisir semua kesalahan terutama yang elementer, ini motivasi buat dia. Saya akan terus pantau bagaimana perkembangan Wahyu,” tegas Seto.

Wahyu sendiri siap memperbaiki diri karena dari awal sudah berkomitmen memberikan yang terbaik. Ia juga tak dipusingkan dengan persaingan antarpemain lini tengah apalagi banyak amunisi yang sudah merasakan atmosfer Liga 1. Ia siap diturunkan dengan formasi atau bersama siapa.

“Dari awal saya sudah komitmen untuk memberi yang terbaik bagi PSS,” kata Wahyu.

Saat ini Wahyu memang jadi pilihan terbaik di lini tengah menghadapi Persija. Hanya dia dan Nerius Alom yang punya kualitas sebagai gelandang bertahan. Alom sendiri masih dalam proses penyembuhan dan peluangnya turun melawan Persija sangat kecil.

Sedangkan Sidik, Dave, Ricky, Suhandi, dan Brian bertipe gelandang serang. Saat melawan Madura United, Wahyu memang belum memperkuat PSS lantaran manajemen menyebutnya sedang mengerjakan tugas akhir. Alfonso de La Cruz yang diplot sebagai gelandang bertahan tidak bermain sebaik Wahyu. Malah ketika dipasang menjadi bek, Alfonso baru menunjukkan kualitasnya. (Des)

Read previous post:
MERAPI-SUKRO RIYADI AKBP Sahat saat memimpin jalannya simulasi Sispamkota di Imogiri
POLRES BANTUL GELAR SIMULASI SISPAMKOTA- Polisi Siap Antisipasi Gangguan Pemilu

BANTUL (MERAPI)- Jajaran Polres Bantul menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan pengamanan Pemilu 2019, Rabu (13/3). Dalam

Close