Dinsos Bagikan Motor untuk Pendamping PKH

Penyerahan secara simbolis sepeda motor petugas pendamping PKH. (Foto: Abdul Alim)
Penyerahan secara simbolis sepeda motor petugas pendamping PKH. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar membagikan 22 unit sepeda motor ke petugas pendamping program keluarga harapan (PKH). Sarana mobilitas berstatus pinjam pakai itu terlarang diselewengkan, misalnya untuk berdagang maupun ojek online.

“Jangan dipasangi GPS (sarana penarik ojek online). Sudah saya antisipasi dengan penempelan stiker petugas PKH Kabupaten Karanganyar,” kata Kepala Dinas Sosial, Agus Heri Bindarto kepada wartawan usai menyerahkan secara simbolis 22 sepeda motor itu di halaman kantornya, Rabu (13/3).

Puluhan unit sepeda motor bebek itu dialokasikan 17 unit ke koordinator PKH kecamatan, dua unit ke koordinator kabupaten, dua unit ke supervisor kabupaten dan satu unit ke koordinator operator PKH kabupaten. Jumlah tersebut menurutnya masih jauh di bawah kebutuhan sebenarnya.

“Total petugas pendamping PKH 124 orang. Sedangkan yang diberikan ini menyesuaikan ketersediaan anggaran. Per unit sekitar Rp 17,8 juta. Pengadaannya melalui e-katalog yang dibiayai APBD 2019,” katanya.

Sarana tersebut diharapkan dipakai sebagaimana mestinya. Yakni memudahkan petugas pendamping dalam mengidentifikasi obyek di daerah masing-masing. Sebelum diberi sarana tersebut, mereka menyisir wilayah kerjanya dengan sepeda motor pribadi.

“Petugas PKH menerima sepeda motor dengan STNK dan helm. Namun, BBM, perawatan dan separuh biaya pajak ditanggung mereka sendiri,” katanya.

Mengenai pengawasan sepeda motor itu, pihaknya mewajibkan aset itu diapelkan tiap bulan saat penggunanya menghadiri rapat koordinasi di kantor dinas. Di situ dapat diketahui kondisinya.

“Cara yang sama pada pinjam pakai sepeda motor petugas TKSK tahun lalu. Petugas datang rapat sekalian setor sepeda motor untuk diperiksa kelengkapan dan kondisinya,” katanya.

Supervisor PKH Kabupaten, Hanidya Luthfi, mengapresiasi kebijakan pemerintah memberikan kendaraan operasional untuk pendamping PKH. Selama ini mereka melakukan tugas pendampingan menggunakan kendaraan pribadi.

“Ini memacu semangat bekerja. Kendaraan pelat merah, menambah kepercayaan diri dan kepercayaan KPM. Lebih menunjukkan identitas diri. Menunjang tugas kami monev ke setiap desa dan kecamatan. Kami memastikan program berjalan. Rasanya lebih prestise, resmi,” katanya. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-DOK POSEK SEMIN Pohon tumbang di Semin Jl Gunungkidul-Jawa Tengah macet.
HUJAN DAN ANGIN KENCANG TERJANG 3 KECAMATAN – Jalan Perbatasan Gunungkidul-Klaten Macet

SEMIN (MERAPI) – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Semin, Gunungkidul, menyebabkan puluhan pohon tumbang dan lima pohon di

Close