PNPM Mandiri Pedesaan Program Unggulan Penanggulangan Kemiskinan Sukoharjo

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat menyerahkan bantuan PNPM Mandiri Pedesaan untuk warga Polokarto. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat menyerahkan bantuan PNPM Mandiri Pedesaan untuk warga Polokarto. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan masih menjadi program unggulan untuk penanggulangan kemiskinan berkelanjutan. Masyarakat sekarang sudah bisa menikmati hasil dari pelaksanaan PNPM berupa peningkatan kesejahteraan.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam sambutannya saat membuka Expo Pelestarian PNPM Mandiri Pedesaan di Lapangan Desa Desa Mranggen, Polokarto, Selasa (13/3) mengatakan, PNPM Mandiri Pedesaan merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang berbabis pemberdayaan masyarakat. PNPM dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.

Pemerintah pusat maupun daerah selama ini terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan setiap tahun. Salah satu usaha yang digerakan yakni dengan memaksimalkan keberadaan program PNPM. Wujud nyata keberhasilan PNPM sekarang sudah bisa dilihat dan dinikmati masyarakat. Salah satu diantaranya yakni dengan program pemberdayaan masyarakat agar bisa meningkatkan kesejahteraan.

“Melalui pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menciptakan atau meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun kelompok terkait peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraannya,” ujarnya.

Dalam menjalankan program PNPM juga perlu keterlibatan semua komponen masyarakat dalam pembangunan akan menjadikan pembangunan lebih terarah dan tepat sasaran. Karena itu pengurus UPK PNPM Mandiri Pedesaan Polokarto untuk terus melestarikan program tersebut sehingga tujuan dari program tercapai dengan baik.

“PNPM sangat membantu bagi masyarakat karena itu keberadaanya akan terus dilakukan dengan tetap merangkul masyarakat sebagai sasaran program,” lanjutnya.

Camat Polokarto Pardi mengatakan, PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Polokarto terus berkembang. Hingga akhir tahun 2018 lalu, total aset sudah meningkat menjadi Rp 12,236 miliar. Padahal, sejak program dimulai, modal pertama yang dikucurkan oleh pemerintah hanya sebesar Rp 2,505 miliar.

PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Polokarto juga berhasil mendapatkan surplus sebesar Rp 1,283 miliar. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras semua pihak dan akan terus ditingkatkan di tahun berikutnya.

Dana PNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Polokarto digulirkan untuk 248 kelompok dengan penerima manfaat sebanyak 3.730 orang. Kelompok penerima dana bergulir tersebut tersebar di 17 desa. Masing masing desa sudah mendapatkan alokasi dana sendiri dan digunakan semaksimal mungkin.

“Kerja keras dalam menjalankan program PNPM Kecamatan Polokarto sudah berhasil dan sekarang memiliki nilai surplus sangat besar. Pemanfaatannya sendiri dilakukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Polokarto sendiri menilai pentingnya keberadaan PNPM sebagai bagian dari program penanggulangan kemiskinan. Karena itu surplus PNPM juga diprioritaskan untuk masyarakat miskin.

“Surplus itu dimanfaatkan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No 7 Tahun 2014 tentang Pedoman Umum PNPM Mandiri Pedesaan. Surplus dimanfaatkan untuk beberapa hal yang bersifat sosial dengan diwujudkan bantuan untuk rumah tangga miskin,” lanjutnya.

Total dana yang disalurkan untuk bantuan mencapai Rp 255,5 juta. Dana tersebut digunakan untuk rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 27 unit dimana masing-masing RTLH menerima Rp 8 juta sehingga totalnya Rp 216 juta. Juga untuk rehab atap rumah sebanyak dua unit masing-masing Rp 7 juta, plesterisasi lantai rumah tiga unit masing-masing Rp 5 juta, bantuan pemasangan instalasi listrik enam titik masing-masing Rp 1,750 juta, pelatihan pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan las listrik Rp 26,878 juta. Penggunaan lainnya yakni untuk operasional kelembagaan Badan Kerjasama Antar Desa PNPM sebesar Rp 231 juta dan sisanya Rp 770,120 juta untuk menambah modal perguliran. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Penyortir dan Pelipat Surat Suara Pemilu Diminta Cermat

UMBULHARJO (MERAPI) - Surat suara DPR RI untuk Pemilu 2019 di Kota Yogyakarta mulai disortir dan dilipat Rabu (13/3). Para

Close