KASUS PENGANIAYAAN SUPORTER BOLA- Penasihat Hukum Nilai Hwn Bukan Pelaku Utama


Penasihat hukum AA Hasibuan SH saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Penasihat hukum AA Hasibuan SH saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Tim penasihat hukum AA Hasibuan SH dan Ali Subekti SH menilai terdakwa Hwn, salah satu suporter sepakbola tak terbukti melakukan penganiayaan yang menyebabkan saksi korban Edi Nugroho luka berat bahkan hingga mengalami linglung. Pasalnya, menurut mereka, dalam fakta persidangan tak ada bukti maupun saksi yang menunjukkan terdakwa merupakan pelaku utama karena ia hanya menendang paha saksi korban.

Berdasarkan fakta-fakta di persidangan, baik keterangan saksi-saksi, terdakwa, surat maupun barang bukti yang diajukan tidak ada satu petunjuk pun yang menerangkan terdakwa Hwn telah melakukan pengeroyokan yang menyebabkan saksi korban luka berat,” ujar penasihat hukum terdakwa, AA Hasibuan SH kepada Merapi, Rabu (13/3).

Dalam fakta persidangan terdakwa Hwn hanya menendang saksi korban Edi Nugroho sekali di bagian paha secara spontan dan pelan karena terhalang oleh kerumunan massa. “Menurut hemat kami hal tersebut sangat tidak mungkin mengakibatkan luka berat di bagian kepala atau muka sebagaimana dakwaan JPU,” lanjut AA Hasibuan.

Setelah memaparkan fakta-fakta dalam proses pemeriksaan di persidangan, menurut Hasibuan, dapat ditarik kesimpulan tidak ada satu faktapun yang menyatakan secara sah dan meyakinkan terdakwa Hwn terbukti bersalah melakukan pengeroyokan sebagaimana dakwakan JPU. “Untuk itu sudah selayaknya terdakwa Hwn dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan,” ujarnya.

Penasihat hukum tidak memungkiri telah ada perbuatan pengeroyokan atau penganiayaan. Akan tetapi pelaku utamanya bukanlah terdakwa. Dan hal tersebut merupkan tugas besar penegak hukum untuk mengungkap pelaku sesungguhnya sehingga tidak ada yang merasa dicederai rasa keadilannya atau merasa dikambinghitamkan.

Menurut penasihat hukumnya, terdakwa Hwn sama sekali tidak ada niat untuk melakukan penganiayaan. Karena jika dilihat dari awal terdakwa Hwn hanya ingin menonton sepak bola di Stadion Sultan Agung antara PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman. Setelah selesai pertandingan kemudian terdakwa ke luar stadion melalui pintu 9.

Pada saat ke luar dari stadion terdakwa Hwn melihat ada kerumunan massa yang kemudian terdakwa bertanya 3 kali kepada orang-orang yang berbeda di sekitar kejadian dan mendapat jawaban ada penyusup PSS. Selanjutnya ketiga terdakwa mendapat jawaban ada orang maling HP, kemudian terdakwa Hwn menedekati kerumunan tersebut kemudian spontan menedang paha korban Edi Nugroho sebanyak satu kali.

“Hal tersebut sangat tidak masuk akal jika dikatakan mengakibatkan luka berat, apalagi luka beratnya di bagian muka, telinga dan kepala karena yang ditendang adalah bagian paha. Sehingga dalam pledoi, kami meminta agar majelis hakim memberikan hukuman membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan. Bila terdakwa terbukti bersalah agar majelis hakim menjatuhkan putusan yang seringan-ringannya atau seadil-adilnya,” tegas AA Hasibuan. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
DEMO DI KANTOR DPRD BANTUL- Eks Pekerja PT Kharisma Eksport Tuntut Hak

BANTUL (MERAPI) - Puluhan eks pekerja atau karyawan PT Kharisma Eksport di Jalan Parangtritis Sewon Bantul menggelar demo di halaman

Close