Warga Kerja Bakti Pascabanjir

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Kerjabakti massal di lokasi jalan longsor di Gedangsari.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Kerjabakti massal di lokasi jalan longsor di Gedangsari.

WONOSARI (MERAPI) – Pasca terjadi bencana banjir dan longsor yang menerjang empat Kecamatan Gedangsari, Nglipar, Ngawen dan Kecamatan Semin, Gunungkidul, warga menggelar kerja bakti massal, Senin (11/3). Selain terhadap rumah yang mengalami rusak parah hingga ambruk terdampak longsor, kerja bakti massal diprioritaskan membersihkan material longsor yang menutup jalan hingga menyebabkan sejumlah desa terisolasi.

“Saat ini sudah tidak ada lagi korban bencana yang mengungsi, sebagian besar rumah roboh akibat longsor sudah diperbaiki warga, Tim Reaksi Cepat (TRC), Tagana, SAR, TNI/Polri juga relawan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edy Basuki MSi.

Puluhan rumah yang hancur maupun jalan longsor sudah diperbaiki dan dinormalisasi melibatkan masyarakat. Seluruh kerusakan terdampak bencana beberapa hari lalu sudah diperbaiki dan berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.Dari sejumlah titik lokasi bencana, longsor yang terjadi di ruas jalan Desa Mertelu dan Tegalrejo Kecamatan Gedangsari, mendapat prioritas untuk dilakukan normalisasi dengan memindahkan material longsor yang menutup jalan dan berangsur-angsur kembali normal. Hanya saja yang menyangkut dua jembatan yang terputus memang butuh dana cukup besar dan kini tengah diusulkan untuk diperbaiki.

“Lantaran material longsor cukup banyak menyebabkan lapisan aspal menjadi licin akibat aliran air dari atas bukit dan tergerus longsor. “Saat ini jalan sudah bisa dilalui dan diharapkan tidak ada lagi bencana susulan,” imbuhnya.

Selain merusak kawasan permukiman longsor dan banjir menimbulkan kerugian cukup besar. Namun hingga saat ini jumlah kerugian yang pasti masih terus didata. Seeangkan khusus yang menyangkut 7 Kepala Keluarga (KK) masih menunggu proses relokasi. Meskipun semula mereka keberatan tetapi dengan pertimbangan faktor risiko mereka akhirnya bersedia mengikuti relokasi di tempat yang aman dari bencana.Bencana alam terjadi di diluar dugaan dan terjadi di kawasan permukiman yang selama ini telah dipetakan sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) baiuk longsor maupun banjir terutama di sepanjang bantaran Sungai Oya.

Terkait dengan bencana longsor dan banjir di 4 Kecamatan Gedangsari, Nglipar, Ngawen dan Semin, BPBD sudah memberikan bantuan logistik untuk warga yang melakukan kerja bakti. Kepada warga Edy Basuki MSi minta agar mereka yang tinggal di KRB meningkatkan kewaspadaan karena dalam puncak musim penghujan saat ini terjadi cuaca ekstrem dan berpotensi menimbulkan bencana banjir, angin kencang, petir dan longsor. Beberapa kecamatan yang dinyatakan sebagai daerah rawan sudah diisyaratkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan warganya juga sudah dilatih tentang mitigasi.

“Kami sidah sosialisasikan bagi warga yang hidup berdampingan dengan bencana. Sehingga mereka mengetahui tanda-tanda dan keadaan bagaimana menyikapi perubahan alam,” terangnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Salah satu penampilan pentas seni Nguri-uri Budaya Wali.
Nguri-Uri Budaya Wali Dusun Bondalem Bantul

DISAKSIKAN ratusan warga, kesenian tradisional Tari Kubro Setyo Siswo tampil dalam acara pelestarian Budaya “Nguri-Uri Budaya Wali”, pada 23 Februari

Close