Pria Misterius Masuk Markas Brimob Bawa Bahan Peledak

SLEMAN (MERAPI)- Seorang pria berinisial RM (30) warga Sumberharjo, Prambanan, Sleman ditangkap petugas jaga markas Brimob Polda DIY Baciro, Gondokusuman, Yogya, Selasa (12/3). Dia kedapatan membawa bahan peledak berupa puluhan butir peluru di dalam tasnya. Hingga kini, belum diketahui tujuan pelaku membawa bahan peledak dan masuk ke markas Brimob.
Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan kemarin membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, dari hasil penggeledahan di tas pelaku, ditemukan sejumlah barang berbahaya seperti 35 butir peluru.
“Memang benar, tadi siang (kemarin) sekitar pukul 09.30 WIB telah diamankan seseorang bernama RM. Laki-laki, kemudian pekerjaan swasta. Diamankan karena membawa barang berbahaya diduga bahan peledak,” beber Hadi.

Menurutnya, pengamanan tersebut berawal saat RM sekitar pukul 09.30 WIB mendatangi Mako Brimob Baciro Yogyakarta. Saat itu dia menanyakan sebuah alamat. Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), yang berkunjung ke Mako Brimob harus diperiksa barang bawaannya.
Saat diperiksa itu petugas menemukan sejumlah benda berbahaya termasuk beberapa butir peluru. Atas temuan tersebut, maka petugas mengamankan RM dan langsung dibawa ke Mapolda DIY guna dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait penangkapan tersebut.
“Yang jelas sudah cukup bukti sangkaan terhadap yang bersangkutan. Yakni ada bahan peledak (peluru) yang harus ada izin kepemilikannnya. Untuk sementara RM ditetapkan tersangka dan dijerat UU Darurat N0 12/1951,” jelasnya.
Menurut Hadi, di dalam tas pelaku juga ditemukan pula benda-benda lain seperti deodoran, bedak, Kompas, jam, obat-obatan, flasdisk, hingga penggaris.
Mengenai apa tujuan RM datang ke Mako Brimob dan barang apa saja yang diamankan, Hadi belum bisa memberikan keterangan pasti.(Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Tipuan Pengembang Perumahan

KEBUTUHAN perumahan di DIY terus meningkat. Tentu ini menjadi lahan subur bagi pengembang perumahan. Mereka berusaha menarik minat konsumen untuk

Close