SEBAGAI SALAH SATU PERBUATAN KORUPSI- JCW Kritik Anggota Dewan Sering Membolos


aharuddin Kamba SH. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Baharuddin Kamba SH. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI)-Jogja Corruption Watch (JCW) menilai di tahun politik ini banyak anggota dewan tingkat kabupaten/kota maupun provinsi di DIY tidak menghadiri rapat tanpa izin atau bolos saat sidang rapat paripurna. Tindakan anggota dewan yang membolos sebagai salah satu tindakan korupsi sekaligus merupakan penyakit yang perlu obat untuk penanganannya.

“Anggota dewan yang sering membolos saat rapat sidang paripurna seakan tidak memiliki rasa malu terhadap para konstituennya,” ujar Baharuddin Kamba, Koordinator Pengurus Harian JCW kepada wartawan, Selasa (12/3).

Disebutkan, selama ini keberadaan Badan Kehormatan (BK) di dewan tidak begitu memiliki taring yang tajam untuk menjatuhkan sanksi terhadap para anggota dewan yang rajin membolos saat rapat. Istilahnya sesama teman tidak boleh serang sehingga tidak nampak kegarangannya.

BK selama ini tidak berani mengumumkan nama-nama para anggota dewan yang kerap membolos. Bisa jadi karena anggota dewan yang rajin membolos itu marah jika namanya diumumkan ke publik. Bahkan BK tidak berani menghukum para anggota dewan yang sering membolos karena mereka juga bagian dari temannya. Di internal partai juga tidak cukup berani melakukan tindakan tegas terhadap anggotanya yang duduk di kursi dewan tetapi rajin membolos.

“Satu-satunya cara menghukum para anggota dewan yang sering membolos adalah jangan pilih lagi mereka maju dalam pemilih legislatif (pileg). Meskipun sulit karena begitu masifnya politik uang, yang sulit dihindari tetapi masyarakat harus punya kesamaan pandangan dan keinginan untuk menolak politik uang. Padahal, membolos merupakan salah satu perilaku korupsi,” lanjut Baharuddin menjelaskan.

Belakangan ini diketahui di DPRD Bantul hanya 19 anggota dewan yang menghadiri sidang paripurna. Sementara itu di DPRD GunungKidul ada sebanyak 27 anggota dewan hadir dari total 45 anggota dewan dalam sidang paripurna. Para anggota dewan yang tidak hadir itu diduga pada sibuk untuk kampanye pemilu 2019 akan datang. (C-5)


B

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PALSUKAN TANDA TANGAN- Staf Notaris Diseret ke Pengadilan

SLEMAN (MERAPI) - Staf notaris, AZ (50) warga Wonokromo Pleret Bantul diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Terdakwa didakwa telah

Close