LAGA TERAKHIR GRUP D PIALA PRESIDEN – Seto Tak Remehkan Persija

Spread the love
Skuad PSS di Piala Presiden. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)

SLEMAN (MERAPI) – Laga terakhir di babak penyisihan Grup D Piala Presiden menjadi pertandingan penting bagi tuan rumah PSS Sleman, Persija Jakarta, dan Madura United. PSS akan menghadapi Persija Jakarta sedangkan Madura United ditantang pengisi dasar klasemen sementara Borneo FC.

Persija dan Madura United menempati peringkat satu dan dua klasemen sementara dengan sama-sama mengoleksi empat poin diikuti PSS selaku tuan rumah dengan tiga angka. Satu tiket langsung ke fase gugur bakal ditentukan di pertandingan terakhir yang berlangsung Jumat (15/3) mendatang.

Jika PSS menang atas Persija lalu Madura United gagal memetik poin penuh, Laskar Sembada bakal memuncaki klasemen sekaligus merebut tiket. Namun, jika Madura United dan PSS sama-sama menang, tuan rumah bisa lolos jika mendapat predikat sebagai satu dari tiga runner up terbaik.

Meski tidak punya target khusus di Piala Presiden, pelatih kepala PSS, Seto Nurdiyantoro tak ingin menyia-nyiakan peluang lolos. Ia ingin agar timnya meraih poin penuh di pertandingan terakhir lawan skuad besutan Ivan Kolev ini.

“Kami punya waktu panjang menyiapkan tim untuk pertandingan ketiga nanti. Jadi kami bisa melakukan banyak evaluasi dan memaksimalkan para pemain selama latihan. Waktu pemulihan kondisi juga panjang, kami bisa tampil maksimal lawan Persija. Mereka bukan lawan yang mudah dan kami tidak boleh terpeleset sedikitpun,” kata Seto, Senin (11/3).

Keseriusan Seto menyiapkan tim melawan Persija sangat wajar. Di atas kertas tuan rumah memang diunggulkan lantaran punya waktu lebih panjang memulihkan kondisi pemain. Persija sendiri hanya punya waktu dua hari memulihkan kondisi usai bertarung melawan Shan United di Piala AFC Selasa (12/3) ini.
Namun pelatih asal Kalasan ini mencontohkan bagaimana kedalaman skuad Persija yang jauh lebih baik dibanding kontestan lainnya. Saat menghadapi Madura United, Persija yang tidak perkuat delapan pemain utama mampu menahan imbang Madura United.

“Materi pemain Persija itu bagus, tidak ada perbedaan jauh dengan pemain cadangan. Rotasi pemain mereka juga bagus, buktinya lawan Madura United bisa seri padahal delapan pemain kena (dirotasi). Saya yakin mereka akan tampil maksimal meski di atas kertas fisik pemain kami lebih baik karena punya waktu panjang. Kami juga akan tampil maksimal lawan mereka,” tegas Seto.

Ivan Kolev membenarkan tentang minimnya waktu pemulihan kondisi usai menghadapi Shan United di Myanmar. Setelah melawan Syan, mereka kembali ke Sleman dan hanya punya waktu dua hari memulihkan kondisi. Eks pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia ini menyiapkan pemain cadangan untuk menghadapi PSS.

“Saya belum fokus ke PSS karena mepetnya waktu ini. Ada kemungkinan kami akan menurunkan pemain lapis kedua lawan PSS, tapi kita lihat nanti bagaimana kondisi pemain setelah pulang. Kami ingin tiap pertandingan bisa maksimal,” kata pelatih tim berjuluk Macan Kemayoran itu.

Tentang strategi Seto masih menyimpan rapat taktiknya. Namun melihat dua pertandingan PSS di Piala Presiden, Seto tak mau lagi mengubah posisi pemain. Alfonso de La Cruz misalnya, tampil lugas ketika mengisi posisi bek tengah dibanding gelandang bertahan. Posisi gelandang bertahan di pertandingan kedua melawan Borneo FC dipercayakan pada Wahyu Sukarta yang lagi-lagi tampil baik.

“Kalau terus tampil baik ya bakal dipasang. Alfonso memang bisa jadi bek dan tampil bagus juga kemarin. Soal permainan kami mau evaluasi yang belum maksimal dulu,” sambung Seto. (Des)

Read previous post:
16 Instansi Meriahkan Turnamen Danrem Cup

YOGYA (MERAPI) - Usai diresmikannya lapangan tenis Korem 072/Pamungkas oleh Danrem 072 Brigjen TNI M Zamroni, Jumat (8/3) lalu, Korem

Close