Kapal Pecah, 4 Nelayan Berjam-jam Terombang-ambing di Laut

WONOSARI (MERAPI)- Sebuah kapal ikan yang dinahkodai Arif (35) warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hancur dihantam gelombang di tebing karst perairan laut Sadeng, Girisubo, Gunungkidul, Senin (11/3) sore. Selain nahkoda, terdapat 3 Awak Buah Kapal (ABK) di kapal itu.
Ajaibnya, mereka berhasil selamat meski kapal hancur dan berjam-jam terombang-ambing di laut.
Para korban terluka saat dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUD Wonosari untuk menjalani perawatan medis. “Seluruh ABK dan nahkoda berhasil kita evakuasi dalam keadaan terluka,” kata koordinator Tim SAR Linmas Korwil I Gunungkidul Sunu Handoko Bayu Segoro kepada wartawan semalam.

Dijelaskan, keempat korban tersebut yakni Arif (35-nahkoda), Kirman (50), Toni (30) dan Matroni (40) semuanya warga Cilacap, Jawa Tengah. Menurut Sunu, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Buhari (55) Warga Bengle, Girisubo, Gunungkidul yang tak lain adalah pemilik kapal naas tersebut. Awalnya saksi curiga karena kapal yang digunakan untuk mencari ikan itu sudah dua hari tidak pulang. Saksi kemudian berinisiatif mencari sendiri dengan menyisir kawasan pantai yang dimungkinkan dilalui kapal miliknya itu. Saat menyisir perairan laut Sadeng, saksi melihat nahkoda kapal, Arif terombang-ambing ombak di sekitar Bukit Mbandol, perairan laut Sadeng. Saksi segera melapor kepada Tim SAR yang bersiaga.

Tim SAR yang mendengar informasi ini segera meluncur ke lokasi, kemarin petang. Tim SAR awalnya berhasil mengevakuasi nahkoda kapal, Arif. Saat dievakuasi, Arif mengaku kapal yang mereka gunakan untuk menangkap ikan layur hancur dihantam gelombang hingga mengenai tebing. Usai menyelamatkan Arif, Tim SAR langsung melakukan penyisiran mencari ketiga ABK. Tak berselang lama, ketiga nelayan tersebut berhasil diselamatkan dalam keadaan terluka. Mereka bertahan di tengah laut selama lebih tiga jam lebih dengan mengandalkan baju pelampung. “Keempat korban kini dalam perawatan intensif RSUD Wonosari,” ucap Sunu Handoko Bayu.

Dari informasi yang didapat, kata Sunu, kapal ikan tersebut berangkat melaut dari dermaga Pantai Sadeng, Girisubo, Gunungkidul sejak Minggu (10/3) pukul 15.00, untuk mencari ikan layur. Namun hingga Senin pagi, kapal belum juga kembali. “Akhirnya saksi berinisiatif mencari, namun hingga siang hari tidak ditemukan. Baru sore hari (kemarin) berhasil menemukan dan langsung melaporkan ke posko SAR Sadeng,” tandasnya.(Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
GUNAKAN SSA USAI PIALA PRESIDEN – Kalteng Putra Dapat Restu Bupati Bantul

BANTUL (MERAPI) - Keinginan Kalteng Putra untuk menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sebagai home base pada kompetisi Liga 1

Close