PELAKU ANCAM KORBAN SEBELUM MENCABULI-Gadis ABG Dihamili Ayah Tiri

WONOSARI (MERAPI)- Petugas Unit Reskrim Polsek Semin, Gunungkidul meringkus Sat (56) warga Semin. Penyebabnya, dia nekat mencabuli anak tirinya, Kencur (17-nama samaran) hingga hamil. Tersangka ditangkap di rumahnya tanpa melakukan perlawanan dan langsung digelandang ke Mapolsek Semin, Polres Gunungkidul. “Tersangka sudah kami tangkap dan kini sudah menjalani proses hukum,” kata Kapolsek Semin AKP Haryanta kepada wartawan, Senin (11/3).
Dijelaskan, perbuatan bejat pelaku yang mencabuli anak tirinya tersebut dilakukan saat istrinya sedang tidak berada di rumah. Kemudian, pelaku mulai melancarkan bujuk rayunya kepada korban. Dia menjanjikan korban akan dibelikan pakaian asal dia mau dicabuli. Namun korban menolak hingga pelaku mengancamnya.

Menurut Haryanta, terungkapnya kasus ini berawal dari keterangan korban yang sebelumnya sering mengeluh sakit perut. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada ibunya. Setelah didesak, ternyata korban mengaku sering dicabuli ayah tirinya dengan dijanjikan akan dibelikan pakaian. Bahkan setiap tersangka melakukan pencabulan selalu disertai dengan ancaman. Mendengar pengakuan anak gadisnya, ibu korban langsung naik pitam dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kecamatan Semin. Berbekal dari laporan tersebut polisi langsung melakukan pemeriksaan dan membawa korban menjalani pemeriksaan dokter. Hasilnya, korban dinyatakan positif hamil.

“Dari laporan itulah polisi melakukan pemeriksaan dan berhasil meringkus tersangka,” ucapnya.
Haryanta menambahkan, keterangan korban ini akan terus didalami kepolisian dan jika terbukti, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ”Dari keterangan saksi, korban maupun alat bukti yang ada, polisi bakal melakukan langkah-langkah hukum,” imbuhnya.

Banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Gunungkidul ini membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul mengambil langkah serius. Kasi Perlindungan Anak DP3 AKBPMD, Tommy Darlinanto yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi kasus serupa agar tidak terjadi lagi. “Tidak hanya korban saja, sebab saat ini banyak terjadi kasus kekerasan seksual yang justru dilakukan oleh orang terdekat,” terang Tommy Darlinanto. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Kapal Pecah, 4 Nelayan Berjam-jam Terombang-ambing di Laut

WONOSARI (MERAPI)- Sebuah kapal ikan yang dinahkodai Arif (35) warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hancur dihantam gelombang di tebing karst

Close