RATUSAN BARANG ILEGAL DIMUSNAHKAN-Sex Toys, Handphone Hingga Kamera Dibakar

MERAPI-SAMENTO SIHONO/Petugas Bea Cukai saat melakukan pemusnahan barang sitaan
MERAPI-SAMENTO SIHONO/Petugas Bea Cukai saat melakukan pemusnahan barang sitaan

DEPOK (MERAPI)- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Yogyakarta memusnahkan 247 barang hasil penindakan sejak September 2018 di halaman KPPBC TMP B Yogya, Senin (11/4). Barang-barang yang dimusnahkan dikirim dari luar negeri menuju Indonesia tanpa disertai dokumen-dokumen lengkap.
Kepala KPPBC TMP B Yogyakarta, Sucipto mengatakan, pemusnahan barang-barang tersebut dengan cara dihancurkan dan dibakar. Hal itu dilakukan agar menghilangkan fungsi dan sifat awal barang sehingga tidak bisa digunakan.

“Sebanyak 247 item barang tersebut terdiri dari kosmetik, suplemen, obat-obatan, sex toys, kamera, handphone, baju bekas, spare part bekas dan rokok. Nilai barang yang dimusnahkan sekitar Rp 182 juta,” ujar Sucipto.
Menurut Sucipto, barang yang dimusnahkan merupakan barang-barang yang dikirim dari luar negeri menuju Indonesia tanpa disertai dokumen-dokumen lengkap dan tidak diselesaikan kelengkapannya oleh pemilik barang.
“Barang itu masuk dalam kategori barang larangan dan pembatasan. Barang-barang ini sebagian besar masuk ke wilayah Indonesia melalui barang kiriman pos dan barang bawaan penumpang melalui bandara,” jelasnya.

Sebelum melakukan pemusnahan, pemilik barang sudah diberi peringatan untuk mengambil dan mengurus dokumen yang kurang lengkap. Pihaknya juga sudah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.
“Kalau jumlah 2018, naik dari jumlah 2017 barang yang dimusnahkan. Hampir dua kali lipat, pelakunya ada yang punya sendiri, ada yang pedagang, bisa diliat dari sering tidak dia mengirim,” katanya.
Wakil Kepala Kantor Sentra Pengolahan Pos Plemburan, Mujiyono menambahakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak bea cukai untuk mengantisipasi barang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.
Menurutnya, selama ini barang kiriman dari luar negeri menuju Indonesia didominasi dari wilayah Asia, seperti Cina, Hongkong, Malaysia, Singapura.

Mayoritas merupakan barang tersebut pesanan melalui jual-beli online.
“Di kantor kami ada bea cukai yang bertugas memfilter barang dari luar negeri. Apakah barang ini kena bea masuk atau tidak, kalau kena berarti dipanggil orangnya untuk membayar bea dan melengkapi dokumen,” pungkasnya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pecinta Anggrek Harus Datang ke Balaikota

SUATU kelompok ataupun asosiasi cukup antusias ketika mengikuti pameran, apalagi tanpa perlu biaya. Beragam manfaat dapat dipetik, misalnya dapat sebagai

Close