Menghargai Jerih Payah Orang Lain

“Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” {H.R.Ibnu Majah}

BANYAK orang yang kemudian suka memakan hak orang lain. Sebagai contoh, menawarkan diri untuk membantu dengan perjanjian imbalan tertentu. Setelah pekerjaan diberikan, hak diberikan tetapi kewajiban tidak ditunaikan. Apa yang diamanahkan tidak dikerjakan. Dan sebaliknya, seorang owner pekerjaan mempekerjakan tenaga kerja tetapi tidak membayarkan hak dari pekerjanya. Atau membayar tetapi jauh lebih rendah daripada kesepakatan awal.

Islam sangat menghargai dan melindungi hak-hak tenaga kerja seperti yang tercermin dalam hadiest di awal tulisan ini. Tetapi sayangnya implementasi di lapangan tidaklah sesuai dengan tuntunan. Bagi sebagian kita, mungkin memahami bahwa ibadah itu adalah sholat, puasa ramadhan, haji. Padahal dalam menjalankan kewajiban setelah kita mendapatkan hak kita juga nilainya sama pentingnya dengan ibadah-ibadah tersebut.

Dalam perhelatan politik seperti saat ini, mungkin banyak job-seeker (pencari kerja) dadakan yang berharap bisa ikut mengais rezeki. Mencari nomer kontak para caleg agar diberi job, minimal job membantu pasang spanduk. Faktanya, sedikit saja yang konsisten dengan bahasa siap membantu. Minta spanduk…diberikan spanduk, setelah itu minta uang lelah. Diberi uang lelah…dan spanduk menghilang.

Ini mungkin kelihatan sebagai persoalan sederhana saja.Tetapi sekecil apapun dusta dan khianat yang kita lakukan, semuanya akan diminta pertanggung jawabannya kelak di hadapan Allah. Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang bisa menjaga amanah yang diberikan kepadanya dengan sebaik-baiknya (Walladzinahum li amanatihim wa ‘ahdihim roo’un). Dan

manusia yang paling merugi adalah manusia yang mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Neraka itu luar biasa dahsyat azabnya. Dan hidup ini adalah bekal bagi kita semua untuk melindungi diri dari kerasnya azab tersebut. Dan cara terbaik untuk itu adalah dengan menghargai setiap hak dan kewajiban yang kita jalani. Wallahu A’lamu bishawwab.

.

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Obsesi Halimah Ginting Menembus Dunia

BELASAN tahun menggeluti dunia hukum, membuat Halimah Ginting makin mantap mengembangkan karir di dua bidang sekaligus, yakni lawyer dan pejuang

Close