Paramarta Gelar Pelatihan Penulisan Novel Bahasa Jawa

Pembukaan Workshop dan pelatihan penulisan novel Bahasa Jawa. (MERAPI-TEGUH)

DALAM rangka memberikan bekal para anggota juga bagi masyarakat umum yang tertarik dengan penulisan novel berbahasa Jawa, Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul (PSJB) Paramarta menggelar workshop serta pelatihan penulisan novel dalam Bahasa Jawa, Sabtu (9/3) di Kafe Bantul Terrace. Hadir sebagai pemateri dua novelis Bahasa Jawa, Ardini Pangastuti BN dan Margareth Widhy Pratiwi. Keduanya berbagi pengalaman serta kiat-kiat dalam menulis novel Bahasa Jawa.

“Kegiatan ini untuk memberikan bekal kepada anggota Paramarta dan masyarakat umum yang tertarik dalam penulisan novel untuk menghadapi lomba penulisan novel yang digelar oleh Dinas Kebudayaan setiap tahunnya,” ucap Ketua PSJB Paramarta, Bambang Nugroho.

Menurut Bambang, dengan kegiatan workshop dan pelatihan penulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam ikut melestarikan budaya literasi Bahasa Jawa di Bantul. Selain itu dengan semakin banyak peserta akan semakin banyak pula masyarakat yang nantinya memiliki kepedulian nguri-uri serta mengembangkan Bahasa dan Satra Jawa.

Selain untuk memberi bekal bagi anggota dan masyarakat umum untuk ikut lomba penulisan novel 2019 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, lebih jauh Bambang mengungkapkan agar lebih banyak lagi para penulis dan sastrawan Jawa di Kabupaten Bantul. Hal ini tentunya menyangkup juga upaya untuk lebih memasyarakatkan bahasa dan sastra Jawa di dalam masyarakat pendukungnya yang belakangan ini makin terpinggirkan.

Workshop dan pelatihan kali ini peserta dibatasi hanya 25 orang yang terdiri dari 10 peserta pria dan sisanya peserta wanita. Jumlah peserta wanita lebih banyak, menunjukkan kepedulian para ibu dalam ikut melestarikan bahasa dan sastra Jawa semakin besar. Mengingat fungsi bahasa daerah sebagai bahasa ibu, ini memiliki korelasi guna mengembangkannya sebagai bahasa dalam pengasuhan anak.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Sunarto dalam kata sambutan pembukaan mengungkapkan, pemerintah khususnya Dinas Kebudayaan akan terus mendorong bagi kelompok-kelompok yang memiliki kepedulian dengan pelestarian dan pengembangan budaya dan tradisi yang ada di Kabupaten Bantul. Dengan adanya kegiatan works shop dan pelatihan penulisan novel ini, diharapkan akan dapat melahirkan karya-karya sastra Jawa lebih banyak lagi di Bantul.

“Workshop ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Bantul. Untuk itu pemerintah mendorong dan mendukung acara yang dilaksanakan oleh Paramarta,” tutur Sunarto. (Teguh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO/Petugas Bea Cukai saat melakukan pemusnahan barang sitaan
RATUSAN BARANG ILEGAL DIMUSNAHKAN-Sex Toys, Handphone Hingga Kamera Dibakar

DEPOK (MERAPI)- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Yogyakarta memusnahkan 247 barang

Close