PT PSS-BCS Sepakat, Akhiri Boikot

SLEMAN (MERAPI) – Brigata Curva Sud (BCS) mengakhiri boikot pertandingan PSS Sleman di Piala Presiden usai bertemu dengan jajaran direksi PT Putra Sleman Sembada dan manajemen di rumah dinas Bupati Sleman, Kamis (7/3) malam.

Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan BCS, CEO PT PSS Soekeno, dan Manajer Retno Sukmawati, kedua pihak menghasilkan sembilan poin kesepakatan dari tuntutan yang diutarakan BCS. Kelompok suporter PSS ini pun sudah kembali memenuhi stadion saat PSS menghadapi Borneo FC dalam lanjutan Babak Penyisihan Piala Presiden Grup D, Jumat (8/3) malam.

CEO PT PSS, Soekeno, Jumat (8/3), mengungkapkan memahami aksi BCS yang sesungguhnya merupakan bentuk kepedulian ke PSS. Mereka tak menghendaki PSS singkat mengarungi Liga 1. Di depan suporter Soekeno pun mengaku siap memenuhi tuntutan yang dipandangnya sebagai perhatian pada PT dan manajemen juga.

“PT PSS membutuhkan akselerasi, kesabaran dan perjuangan. Kami bertekad tidak menjadikan tim sebagai pecundang. Kita semua tidak ingin PSS hanya mampir saja di Liga 1. Soal mess pemain, kami sudah memikirkannya. Untuk jangka pendek, tim ditempatkan di hotel. Pemain akan tinggal di lantai bawah. PT PSS juga sudah melakukan perbaikan-perbaikan untuk kepentingan pemain, seperti makan sesuai menu dari dokter gizi, dan masih banyak lagi yang akan dan sudah dilakukan,” bebernya.

Adapun sembilan poin yang disepakati kedua belah pihak adalah, pertama, diadakannya pertemuan lanjutan terkait sarasehan antara PT Putra Sleman Sembada terhitung satu minggu dari pertemuan pertama pada tanggal 7 Maret 2019. Kedua, pelaksanaan Elite Pro Academy (pembinaan usia muda) disanggupi oleh PT Putra Sleman Sembada, terdapat pihak yang bersedia sebagai pihak untuk mengontrol pembinaan usia dini, serta terdapat pihak yang didelegasikan.

Ketiga, PT PSS menyanggupi dan berkomitmen terhadap tuntutan BCS terkait mess dan lapangan latihan berupa homeground secara jangka panjang. Keempat PT PSS memenuhi tuntutan BCS terkait posisi bussines and marketing development, sebagai penunjang PT yang menaungi klub sepakbola secara profesional untuk memperoleh sponsor yang banyak dengan nominal yang besar. Lima, PT PSS akan membuat struktur kepengurusan secara profesional, dan akan segera dipaparkan kepada suporter.

Keenam, PT PSS menyanggupi tuntutan BCS dengan komitmen dengan tidak ada lagi peran ganda dalam tubuh PT. Ketujuh PT PSS berkomitmen bahwa berita terkait keberlangsungan tim melalui satu pintu, yaitu melalui Humas yang telah ditunjuk oleh PT PSS, dan humas harus saling bersinergi bersama Tim Media officer Tim PSS Sleman. Delapan, PT PSS akan segera menindaklanjuti kebutuhan-kebutuhan terkait sarana dan prasarana menunjang penyelenggaraan pertandingan secara profesional. Sembilan, PT per tanggal 7 Maret 2019, sudah membuat SOP PT PSS Sleman dan akan dipresentasikan pada pertemuan PT PSS dengan BCS selanjutnya.

“Hal positif dari PT PSS adalah dengan memberikan respons. PT PSS tidak tutup mata dengan kami. Tuntutan yang ada bukan untuk kepentingan BCS, tapi demi kepentingan PSS agar bisa berprestasi,” terang Jaguar Tominangi, perwakilan BCS. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Ratusan Warga Sleman Terkena TBC

SLEMAN (MERAPI) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman memprediksi, jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) mencapai lebih dari 1.000 orang. Namun sejauh

Close