Program Kotaku untuk 269 Kabupaten/Kota

MERAPI-Zaini Arrosyid Suasana sosialisasi Program Kotaku
MERAPI-Zaini Arrosyid
Suasana sosialisasi Program Kotaku

TEMANGGUNG (MERAPI) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengucurkan dana ratusan miliar untuk penanganan wilayah kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di 11 ribu kelurahan/desa di 269 Kabupaten/Kota.

Direktur Pengembangan Kawasan Pemukiman Kementerian PUPR, Didit Arif Ardiyat mengatakan tiap kelurahan / desa mendapat dana beragam pada program Kotaku, yang disesuaikan kebutuhan. Namun kisarannya, Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

” Kotaku bertujuan penanganan kumuh, atau menuntaskan kawasan yang semula kumuh menjadi tidak kumuh,” kata Didit, ditemui usai Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Kotaku, Rabu (6/3).

Pada sosialisasi itu, Kementerian PUPR menggandeng Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi, Bupati Temanggung, AL Khadziq, Kejaksaan dan Kepolisian setempat.

Didit mengatakan terdapat 7 indikator kawasan kumuh, diantaranya bangunan, air minum, sanitasi, sampah, dan pencegahan pada bahaya kebakaran. Sementara infrastruktur yang dapat dibangun seperti jalan lingkungan, MCK, sampah dan drainase.

Kotaku, terangnya, diluncurkan 2017 dengan target 38 ribu hektare kawasan kumuh di sekitar 400 kabupaten / kota dan hingga kini dari kawasan itu yang masih harus dientaskan 12 ribu hektare. ” Semoga dapat terselesaikan pada 2019. Temanggung sendiri mendapat Rp 30 miliar untuk 20 kelurahan/desa di dua kecamatan dengan luasan 80 hektare.

Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi mengatakan sengaja menarik program Kotaku di Kementerian PUPR untuk Kecamatan Parakan dan Temanggung, karena sebagian masih kumuh yang perlu dientaskan. ” Sebagian telah dientaskan, namun ada yang masih kumuh, sehingga diusulkan mendapat program Kotaku kembali,” katanya.

Dia mengatakan yang terpenting dalam program yang ditujukan peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut adalah perencanaan dan pengerjaan melibatkan seluruh masyarakat, sehingga mereka merasa memiliki dan memeliharanya. ” Pengawas dan fasilitator program juga harus ada bila dicari masyarakat, ” kata Politisi PDIP tersebut.

Dikatakan, desa yang mendapat sasaran program Kotaku dengan dana Rp 2 miliar seperti Desa Joho, Lungge, Tlogorejo, Jurang, Caturanom dan Walitelon Utara. ” Pemerintah daerah, kepolisian dan kejaksaan harus mengontrol, jangan sampai ada penyimpangan mengingat dana sangat besar,” katanya. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
STUDI BANDING KE B2P2TOOT – Sleman Siap Kembangkan Sentra Industri Jamu

KARANGANYAR (MERAPI) - Berbagai potensi Kabupaten Sleman harus terus digali untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya potensi wisata

Close