PENGENDARA MOTOR DIHENTIKAN PENJAHAT DI JALAN WATES-Diancam Ditikam Pisau, Handphone Dirampas

BANTUL (MERAPI)- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul menangkap RI (24) warga Sentolo, Kulonprogo, Rabu (6/3). Pelaku diketahui menghentikan pengendara motor yang melintas di wilayah Sedayu kemudian mengancam menikam kemudian merampas handphonennya.
“Pelaku diamankan petugas di daerah Sedayu Bantul,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (6/3). Menurut dia, selain mengamankan terduga pelaku pemerasan, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang dipakai pelaku untuk melancarkan aksinya serta satu unit handphone hasil kejahatan.

AKP Rudy menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku tersebut dilakukan setelah tim dari Polres melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi setelah kasus itu dilaporkan ke kepolisian. Menurut dia, berdasarkan Laporan Polisi (LP) Polres Bantul, Polsek Sedayu tertanggal 7 Februari 2019, tindak pidana pemerasan tersebut terjadi pada Kamis (7/2) sekitar pukul 19.00 WIB di wilayah Klangon, Jalan Wates, Sedayu.
Ia mengatakan, saat itu, korban atas nama Riyanto (20) warga Bumirejo Lendah Kulonprogo sedang mengendarai sepeda motor seorang diri. Tiba-tiba dia dihentikan oleh pelaku yang mengendarai motor matik di Jalan Wates, tepatnya di pertigaan Klangon Sedayu Bantul.

Kemudian pelaku meminta sejumlah uang kepada korban, tetapi korban mengaku bahwa dirinya tidak memiliki uang. Hal ini membuat pelaku emosi dan mengancam akan menusuk korban jika tidak memberinya uang.
“Karena takut, korban kemudian menyerahkan handphone miliknya kepada pelaku. Saat mengancam, tangan pelaku dimasukkan ke dalam tas slempang yang dipakainya seolah-olah sedang memegang pisau,” katanya seperti dilansir Antara.
AKP Rudy menjelaskan, atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian satu unit handphone diambil pelaku. Usai kejadian itu, korban kemudian melapor kepada polisi. Setelah menyelidiki ciri pelaku, polisi pun berhasil meringkusnya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 368 tentang tindak pidana pemerasan dengan kekerasan. “Ancamannya pidana penjara maksimum sembilan tahun,” katanya.(*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tawur Agung di Pura Tunggal Ika, Umat Hindu Berdoa Ketentraman Dunia

KARANGANYAR (MERAPI) - Umat Hindu di Desa Kemuning, Ngargoyoso menggelar upacara Tawur Agung atau Tawur Kesanga di Pura Tunggal Ika,

Close