WARGA SEKITAR STADION INGIN DILIBATKAN-Soal Konflik Parkir SSA, Pengelola: Hanya Salah Paham

MERAPI-SUKRO RIYADI Pertemuan pengelola parkir SSA dan warga sekitar stadion digelar Rabu (6/3).
MERAPI-SUKRO RIYADI Pertemuan pengelola parkir SSA dan warga sekitar stadion digelar Rabu (6/3).

BANTUL (MERAPI)- Aktivitas perekonomian di Kompleks Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul dalam konsep Sunday Morning (Sunmor) dipastikan bisa kembali berjalan normal. Konflik berupa rebutan lahan parkir pun berakhir damai setelah digelar antara warga bersama pengelola perkir pemegang izin, Polres Bantul, Polsek Jetis, Pleret dan Sewon, Koramil serta Disdikpora Bantul pada Rabu (6/3)
Usai pertemuan itu, masyarakat yang biasa berjualan setiap Minggu pagi diminta tidak perlu khawatir akan isu adanya konflik yang mengakibatkan sunmor sempat diutup.

“Silakan berjualan seperti biasa, acara Sunmor bisa berjalan lagi. Peristiwa kemarin itu terjadi karena salah paham,” ujar Edy Haryanto atau Yanto Gombloh sebagai pemegang izin pengelolaan parkir dari Pemda Bantul kepada wartawan, Kamis (7/3).
Seperti diketahui, sunmor di Stadion Sultan Agung bantul sempat ditutup padakahir pekan lalu. Pemicunya, diduga karena rebutan lahan parkir.
Menurut Edy, sebagai pengelola, pihaknya akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sehingga peristiwa sebelumnya tidak perlu terjadi kembali. Menurutnya, adanya kesalahpahaman itu mengakibatkan masyarakat jadi dirugikan. “Dibangunnya SSA ini sudah pasti tujuannya untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, oleh karena itu mari kita bersama-bersama jaga keamanan dan ketertiban,” ujar Yanto.

Kepala Dusun Bibis Desa Timbulharjo Sewon Bantul, Muhammad Irvan mengatakan, pemerintah tidak bisa menyerderhanakan persoalan di kompleks SSA. Menurutnya, warga hanya berharap pengelola parkir SSA Bantul, pemegang izin dari Dinas Perhubungan Bantul bisa memberdayakan warga sekitar. Jika masalah ini dibiarkan, ditakutkan seperti api dalam sekam. Sehingga tidak bisa dihindari lagi jika konflik itu merupakan akumulasi terhadap kebijakan pemerintah. Dia mengatakan, pada hakekatnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bantul harus memberikan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam artian simbiosis mutualisme adanya SSA dan masyarakat bisa tercapai.

Muhammad Irvan mengilustrasikan, jika ada pertandingan sepakbola, pengalola parkir belum mengakomodir warga sekitar. Pihaknya mengakui, jika pengelolaan parkir SSA di bawah Yanto itu legal, karena ada izin resmi dari pemerintah. Oleh karena itu sebagai pengelola, diharapkan bisa lebih memperhatikan kesejahteraan warga. “Kami berharap jika ada kontribusi bagi warga Pacar bisa lewat RT atau struktur pengurus kampung. Selama ini mas Yanto sudah melakukan itu, tetapi ada kemungkinan belum tepat sasaran,” ujarnya.

Dukuh yang membawahi wilayah Pacar, Glondong dan Sorogenen ini berharap komunikasi harus dijaga sehingga tercipta situasi aman di sekitar SSA.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Drs Joko Surono mengatakan, persoalan di SSA sangat simpel dan selesai jika ada komunikasi. Tetapi memang sudah ada pertemuan tokoh masyarakat Pacar dan pengelola parkir. Nantinya hasil dan kesepakatan itu akan disampaikan ke Dikpora dan Dishub supaya semua pulih seperti sebelumnya.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tangan-tangan Cekatan Lansia Menyulap Kain Perca

SEEKOR burung hantu dengan mata bulat terlihat bertengger pada sebatang kayu. Bulu kepala dan sayap berwarna coklat menutup sebagian bulu

Close