HUJAN PICU BENCANA-Ratusan Warga Gunungkidul Terisolir

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Petugas bersama warga memantau bencana longsor di Desa Merteku, Gunungkidul.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO Petugas bersama warga memantau bencana longsor di Desa Merteku, Gunungkidul.

WONOSARI (MERAPI)-Hujan dalam intensitas lama yang mengguyur wilayah Gunungkidul pada Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3) menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di 4 kecamatan. Akibat kejadian ini, ratusan warga terisolir setelah jembatan putus, puluhan orang mengungsi dan belasan rumah rata dengan tanah akibat tertimbun longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki MSi kepada wartawan kemarin mengatakan, banjir dan longsor menerjang kecamatan Gedangsari, Nglipar, Semin dan Kecamatan Ngawen. Lokasi bencana tersebar di 104 titik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, warga baik yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Oya maupun beberapa warga Kawasan Rawan Bencana (KRB) longsor berhasil menyelamatkan diri menjauhi lokasi bencana.

“Saat ini masih terdapat puluhan korban tanah longsor yang masih mengungsi akibat rumahnya rata dengan tanah,” kata Edy Basuki.
Dijelaskan, bencana longsor dan banjir berawal dari hujan deras berdurasi cukup lama sejak Rabu (6/3) petang hingga Kamis (7/3) dinihari. Akibat kejadian tersebut seluruh bantaran Sungai Oya meluap hingga menggenangi ratusan rumah.
Total ada 104 titik bencana. Tiap titik jumlah korbannya berbeda-beda antara 10-50 KK dan terbanyak terdampak bencana tersebut di Kecamatan Gedangsari mencapai ratusan KK akibat longsor dan banjir. Menurut Edi, banji Kali Oya juga menyebabkan 2 jembatan yang menghubungkan antardesa terputus hingga sebanyak 87 KK atau ratusan jiwa terisolir, yakni di Dusun Baturturu, Krinjing dan Mertelu sebanyak 57 KK serta di Dusun Gupit dan Ketelo Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari sebanyak 30 KK.

“Korban banjir terbanyak melanda sepanjang bantaran Sungai Oya dari Desa Pundungsari hingga Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari,” ujar Edy. Khusus korban banjir, kata Edi, Dilaporkan jumlah korban mencapai ratusan KK dengan kategori tergenang banjir hingga mencapai 1-2 meter. Korban banjir terbanyak terdapat di Dusun Jeruklegi, Katongan, Nglipar dengan jumlah warga yang mengungsi mencapai 50 KK, tetapi saat ini mereka sudah kembali ke rumah. “Tim Reaksi Cepat (TRC), Tagana, relawan, Tim SAR dari PMI serta TNI/Polri melakukan gotong-royong membersihkan sisa-sisa banjir,” imbuhnya.
Hingga saat ini pendataan terhadap korban longsor masih terus dilakukan dan data sementara terdapat belasaan rumah tertimbun longsor serta sebagian roboh rata dengan tanah terdampak dari pergerakan tanah longsor.
Menurut Edi, selain bantuan logistik, Pemkab Gunungkidul juga melakukan pemeriksaan medis kepada para pengungsi. “Selain banjir, hujan juga memicu longsor di sejumlah wilayah di Gedangsari dan Nglipar. Hingga kini, evakuasi dan inventarisasi jumlah korban masih dilakukan,” tandasnya. (Pur)

Read previous post:
Pentas AB Pro Jogja Gandeng Pegangdut Meike Yolanda

PENTAS edisi Jumat (8/3) malam di panggung dangdut paling bergensi Palm Cafe, OM AB Pro Jogja mengusung Meike Yolanda pedangdut

Close