Judi di Pasar Digerebek, Bandar Lolos

MERAPI-AMIN KUNTARI Polisi menunjukkan barang bukti kasus judi dadu dalam gelar perkara di Mapolres Kulonprogo.
MERAPI-AMIN KUNTARI Polisi menunjukkan barang bukti kasus judi dadu dalam gelar perkara di Mapolres Kulonprogo.

WATES (MERAPI) – Aktivitas judi dadu di kawasan Pasar Pakan Hewan Gawok, Wates, Kulonprogo, digerebek polisi. Dari empat orang yang terlibat judi, polisi hanya berhasil menangkap tiga pemain, sementara satu lainnya yang bertindak sebagai bandar berhasil kabur.
Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ngadi kepada wartawan, Selasa (5/3) menyampaikan, penggerebekan dilakukan anggotanya setelah menerima laporan dari masyarakat. Aktivitas judi dadu tersebut dinilai meresahkan, sehingga petugas menindaklanjuti dengan penyelidikan.
“Ternyata memang benar didapati adanya aktivitas judi di Pasar Pakan Hewan Gawok. Kami langsung melakukan penggerebekan sekira pukul 15.00 WIB,” kata AKP Ngadi dalam gelar perkara kasus ini di Mapolres Kulonprogo, Selasa (5/3).

Dalam pengerebekan, ada empat orang yang sedang terlibat aktivitas judi. Namun hanya tiga pemain yang berhasil ditangkap petugas yakni RS (70) warga Pengasih yang berprofesi sebagai petani, SJ (50) pedagang warga Wates serta NT alias B (44) pedagang warga Wates. Sementara satu lainnya yang bertindak sebagai bandar, WT alias MR warga Wates berhasil kabur.
“Kami masih melakukan pengejaran terhadap WT,” tegasnya.
Sejumlah barang bukti diamankan petugas dalam penggerebekan, di antaranya uang tunai Rp 534.000 serta satu lembar taplak meja yang digunakan untuk berjudi. Para pemain mengakui adanya uang taruhan dalam aktivitas judi dadu tersebut.
“Sekali pasang taruhan Rp 10.000 per orang. Ini dadu kripyik, alatnya kecil banget,” imbuh AKP Ngadi.

Para pelaku, lanjutnya, perlu diberikan efek jera mengingat aktivitas judi dadu di Pasar Pakan Hewan Gawok kerap dilakukan. Hanya saja, mereka baru satu kali ini ditangkap polisi.
“Mereka kami jerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegas AKP Ngadi.
Salah satu tersangka, MT alias B mengatakan, dirinya terlibat permainan judi setelah para pemain lain memesan mi ayam dagangannya. Saat mengantar mi ayam itulah, ia tertarik untuk bergabung.
“Baru saja pasang taruhan Rp 10.000, jadi belum sempat menang sudah digerebek,” ujar pedagang keliling ini.
MT mengaku kaget saat polisi datang. Ia merasa menyesal setelah ditangkap, mengingat judi dadu yang menyeretnya ke tahanan dilakukan hanya karena iseng.
Sementara pemain judi yang lain, RS, awalnya diminta membeli duren oleh temannya untuk kemudian diantar ke Pasar Pakan Hewan Gawok. Duren tersebut sejatinya akan dinikmati bersama-sama sambil bermain judi, namun urung karena sudah terlanjur digerebek polisi.
“Saya ikut pasang taruhan juga. Kalau keluar bisa dapat dua kali lipat, tapi kalau tidak, uang taruhannya hilang,” ungkap kakek 10 cucu ini. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Madura United Permalukan PSS

SLEMAN (MERAPI) - Madura United sukses mengamankan poin penuh di laga perdana Piala Presiden 2019 Grup D usai mempermalukan PSS

Close