Madura United Permalukan PSS

Pemain PSS, Bagus Nirwanto (depan) berduel dengan Greg Nwokolo (Madura United), kemarin.
(MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)

SLEMAN (MERAPI) – Madura United sukses mengamankan poin penuh di laga perdana Piala Presiden 2019 Grup D usai mempermalukan PSS Sleman dua gol tanpa balas di Stadion Maguwoharjo, Selasa (5/3) sore. Dua gol skuad besutan Dejan Antovic ini dicetak Alberto Goncalves menit 10 dan Alfath Fathier menit 86.

Kekalahan ini memupuskan rekor positif PSS di kandang sendiri. Laskar Sembada kali terakhir menelan kekalahan di kandang sendiri saat menghadapi Madura FC Mei 2018 lalu di Liga 2.

Seto Nurdiyantoro, pelatih kepala PSS yang sudah mendampingi tim dalam laga kemarin mengatakan tim tidak dalam kondisi terbaik menghadapi Madura United. Belum tuntasnya program latihan dan adanya Piala Presiden ini membuat para pemain terlihat grogi di lapangan. Pelatih yang baru saja kembali dari kursus kepelatihan AFC Pro ini bakal segera mengevaluasi kekalahan ini.

“Dibanding lawan Barito Putera kemarin beda jauh. Ya mungkin nanti akan ada program latihan baru karena saya melihat anak-anak masih berat mainnya. Indikatornya dasar semua, salah umpan misalnya. Tapi ini wajar, pembelajaran buat kami juga,” katanya di depan wartawan usai pertandingan.

Dalam laga kemarin PSS yang menurunkan legiun asingnya Alfonso de La Cruz sejak awal memang terlihat grogi. Di awal babak pertama, empat bek yang dipasang, Asyraq Gufron, Ikhwan Ciptady, Bagus Nirwanto, dan Derry Rahman kerepotan menghadapi serangan Madura United yang dikomandoi Slamet Nur Cahyo. Alfonso yang diposisikan menjadi gelandang bertahan juga terlihat grogi. Ia gagal mematikan kreativitas Slamet Nur Cahyo di lini tengah. Tiga pemain depan Madura United, Alexander Rakic, Greg Nwokolo, dan Zahrahan nyaman berada di dalam kotak penalti PSS.

PSS pun kecolongan menit 10 melalui sontekan Alberto Goncalves menit 10 memanfaatkan umpan tendangan bebas Greg dari sisi kanan pertahanan mereka.

Tertinggal 0-1, PSS coba bermain lebih agresif. Ricky Kambuaya dan Sidik Saimima di lini tengah kerap melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Madura United. Begitu juga lini sayap PSS yang menurunkan Haris Tuharea dan Rangga Muslim. Sayang, rapatnya pertahanan yang digalang Jaime Xavier dan Fachrudin selalu menyulitkan PSS.

Seto mengubah strategi dengan menarik keluar Asyraq Gufron dan memasukkan Brian Fereira. Alfonso pun pindah ke posisi aslinya sebagai bek tengah. Seto juga memasukkan Arsyad Yusgiantoro mengganti Rangga Muslim yang kerap kalah duel dengan barisan pertahanan Madura United. PSS mulai menemukan irama permainan dengan masuknya Brian namun sejumlah peluang gagal mereka maksimalkan menjadi gol. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua, PSS kian agresif menekan Madura United. Kolaborasi Sidik Saimima, Ricky Kambuaya, dan Kushedya Hari Yudo beberapa kali merepotkan pertahanan Laskar Sappe Kerab. Namun, penyelesaian akhir mereka belum berhasil juga menghasilkan gol.
Tangguhnya kolektivitas permainan Madura United membuat sejumlah pemain frustasi. Haris Tuharea mendapatkan kartu kuning di menit ke-50 setelah menendang kaki Jaimerson Silva dari belakang. Seto pun merespon dengan menarik keluar Haris dan memasukkan Irkham Zahrul Milla. Dejan juga memasukkan peluru baru untuk menembus pertahanan PSS. Setelah Andik Vermansyah, Dejan memasukkan Alfath Fathier.

Pergantian pemain Madura United lebih efektif. Lini serang mereka kian hidup. Zahrahan mendapatkan peluang untuk menggandakan keunggulan di menit 80 setelah mendapatkan umpan matang dari Rendika Rama, namun sepakannya masih diamankan oleh Ega Rizky. Di menit ke-86, Alfath Fathrir, pemain yang baru masuk menggantikan Greg Nwokolo langsung mencetak gol dan memperbesar skor menjadi 2-0. Hasil akhir pun tidak berubah hingga akhir pertandingan.

Dejan Antovic pun puas dengan kemenangan perdana anak asuhnya atas tuan rumah. “Saya puas dengan permainan anak-anak hari ini, sejak awal mereka sudah main bagus. Satu gol datang dari tiga peluang itu kabar baik dan saya kira harus ditingkatkan lagi karena lawan selanjutnya bakal lebih berat dari PSS,” komentar Dejan. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Hadapi Peparpeda, Bantul Seleksi Atlet

BANTUL (MERAPI) - Menjelang penyelenggaraan Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) DIY 2019 pada awal April mendatang, kontingen dari Kabupaten Bantul

Close