PELAJAR RAWAN LAKALANTAS-Anak Belum Cukup Umur Jangan Dibiarkan Naik Motor

MERAPI-SAMENTO SIHONO/AKBP Rizky Ferdiansyah saat deklarasi keselamatan lalu lintas bersama kaum mileneal Sleman.
MERAPI-SAMENTO SIHONO/AKBP Rizky Ferdiansyah saat deklarasi keselamatan lalu lintas bersama kaum mileneal Sleman.

DEPOK (MERAPI)- Rangakaian acara Milenial Road Safety Festival telah dibuka di sejumlah wilayah di Yogya, Minggu (3/3) pagi. Acara ini digelar serentak sebagai wujud sosialisasi keselamatan lalulintas dengan menyasar kaum mileneal (usia 17 hingga 35 tahun). Sebab, mereka adalah golongan paling rawan menjadi korban lakalantas.
Di Lapangan Dengung, Sleman, acara diawali senam kolosal millenial yang diikuti ribuan masyarakat. Ribuan masyarakat tampak antusias mengikuti acara ini.
Kegiatan ini dihadiri Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, Bupati Sleman Sri Purnomo, Kasat Lantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo, dan pejabat utama Polres Sleman.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah di sela-sela acara mengatakan, kecelakaan lalulintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar. Di Sleman, rata-rata yang menjadi korban kecelakaan adalah kaum milenial. Usianya antara 17-35 tahun atau dalam usia produktif.
Berdasarkan dari data Ditlantas Polda DIY, pada 2018 telah terjadi sekitar 4.500 kejadian kecelakaan, dengan 436 korban kecelakaan meninggal dunia. “Kecelakaan itu setiap hari pasti ada, dan jumlahnya juga cukup banyak. Keselamatan lalu lintas itu penting,” beber Rizky.
Menurutnya, sasaran utama dalam kegiatan itu adalah anak-anak sekolah. Pasalnya banyak anak sekolah yang mengendarai sepeda motor namun belum memiliki kelengkapan berkendara seperti SIM. Kegiatan ini menjadi awal dalam mengurangi angka kecelakaan.
“Kami akan terus mensosialisasikan keselamatan berkendara ke sekolah-sekolah. Agar angka kecelakaan bisa ditekan,” katanya.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo mengungkapkan, bahwa angka kecelakaan di Yogyakarta masih tergolong rendah jika melihat rata-rata risiko kecelakaan. Menurutnya sepanjang 2018 ada sekitar 4.500 kasus kecelakaan.
“Di DIY yang meninggal 436 dan luka ringan 6.100. Angka ini tergolong yang terkecil,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya tetap menjadikan perhatian serius terhadap kecelakaan yang terjadi di Yogyakarta. Agar angka kecelakaan bisa semakin turun. “Karena tahun 2020, kami harus bisa menurunkan sekitar 50 persen kecelakaan di DIY,” tegasnya.
Julianto menambahkan kegiatan ini bisa menjadi salah satu langkah awal agar masyarakat bisa tertib dalam berkendara, sehingga meminimalkan risiko kecelakaan. “Kegiatan seperti ini salah satunya untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk tertib lalu lintas,” ucap Julianto.

Bupati Sleman Sri Purnomo menambahkan, peran keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam memberikan pemahaman mengenai tertib berlalu-lintas. Dia mencontohkan seperti orangtua yang tidak membiarkan anak di bawah umur agar tidak berkendara di jalan raya.
“Sebanyak 24 persen kecelakaan di Sleman melibatkan pelajar dan mahasiswa. Orangtua haruslah bijaksana dalam memberikan kendaraan untuk anak, apalagi dengan sengaja membelikan kendaraan untuk anak padahal belum memiliki SIM,” jelasnya.
Acara itu juga dimeriahkan oleh fun walk millenial, senam kolosal millenial, safety riding, freestyle, enterpreneur expo, deklarasi keselamatan, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Juga memperebutkan dorprize utama sapi metal, dan lainnya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Seroja Cegah Terjadinya Infeksi

TANAMAN hias air jenis seroja atau lotus mempunyai manfaat kesehatan, sehingga juga layak dijadikan sebagai tanaman obat. Saat berbunga apalagi

Close