RATUSAN PEDAGANG MERUGI-Diduga Dipicu Rebutan Parkir, Sunmor Stadion SSA Ditutup

MERAPI-SUKRO RIYADI Petugas berjaga-jaga di pintu masuk SSA Bantul pasca konflik yang diduga dipicu rebutan lahan parkir.
MERAPI-SUKRO RIYADI /Petugas berjaga-jaga di pintu masuk SSA Bantul pasca konflik yang diduga dipicu rebutan lahan parkir.

BANTUL (MERAPI)- Kesalahpahaman yang diduga dipicu rebutan lahan parkir di kompleks Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul mulai berdampak serius. Salah satunya, pasar Sunday Morning (Sunmor) di SSA yang sudah berjalan bertahun-tahun itu, pada Minggu (3/3) akhirnya tidak dilaksanakan karena munculnya konflik di sekitar SSA.
Masyarakat pun minta supaya kesalahpahaman segera diakhiri. Sebab imbas dari peristiwa itu, rakyat kecil jadi pihak yang paling dirugikan.
Salah satu pedagang di sunmor SSA, Ny Watik warga Tamanan Kulon Desa Tamanan Kecamatan Banguntapan Bantul mengatakan, Sunmor di SSA sudah jadi harapan rakyat kecil mengais rezeki. Perputaran uang dalam ajang Sunmor pun cukup besar, hampir semua kebutuhan sehari-hari tersedia.

Mulai dari makan, pakaian, mainan hingga perabotan rumah tangga. “Dengan jualan peci dan sebagainya di SSA, untungnya cukup besar. Setiap minggu pagi saya bisa transaksi mencapai Rp 700 ribu. Keuntungan bisa separuhnya,” jelasnya.
Setelah kompleks SSA ditutup karena konflik, kata dia, perempuan berjilbab itu lantas berjualan di Pasar Turi Bambanglipuro Bantul. “Kalau saya bisa pindah lokasi, mas jualannya. Tetapi bagi saudara kita yang jualan makanan mateng, terus mau dijual kemana. Mbok tolong hal-hal yang merugikan rakyat itu dihindari,” ujarnya. Dia menambahkan, dengan peristiwa itu ada ratusan pedagang dirugikan, meski ada informasi jika setelah Sunmor tidak dilaksanakan di SSA, pedagang diarahkan ke Pasar Seni Gabusan.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH mengatakan, konflik di sekitar stadion SSA masih didalami penyebabnya. Namun kuat dugaan terkait rebutan lahan parkir. Dijelaskan, awalnya muncul provokasi ke pengelola parkir di SSA Bantul. “Kira-kira begitu (persoalan dipicu soal parkir). Tetapi ini masih didalami anggota intel,” ujar Sahat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suhariyanta SSos MM mengatakan, jika pengelolaan parkir di dalam Stadion Sultan Agung itu resmi di bawah Dinas Perhubungan Bantul. Bahkan dari parkir di SSA Bantul itu sudah memberikan kontribusi PAD ke pemerintah daerah Bantul.

“Yang stadion iya mas (binaan Dishub-red), yang dikelola Mas Yanto, tetapi parkir yang pinggir jalan atau utara jalan belum ada izin,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan kemarin pagi terlihat pihak kepolisian berjaga sejak minggu dinihari hingga siang. Termasuk personel Brimob Polda DIY, Polres Bantul, Polsek Jetis, Polsek Pleret dan Sewon. “Untuk antisipasi saja,” ujar seorang anggota yang berjaga.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO/AKBP Rizky Ferdiansyah saat deklarasi keselamatan lalu lintas bersama kaum mileneal Sleman.
PELAJAR RAWAN LAKALANTAS-Anak Belum Cukup Umur Jangan Dibiarkan Naik Motor

DEPOK (MERAPI)- Rangakaian acara Milenial Road Safety Festival telah dibuka di sejumlah wilayah di Yogya, Minggu (3/3) pagi. Acara ini

Close