KRT PUSPONEGORO I PENASIHAT MILITER PANGERAN DIPONEGORO (1) – Tak Rela Tanah Jawa Diinjak-injak Bangsa Asing

DARI sekian banyak pengikut Pangeran Diponegoro, tokoh bernama KRT Pusponegoro I merupakan salah satunya. KRT Pusponegoro I adalah keturunan langsung dari Kyai Badarudin, putra Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792) yang mengasingkan diri ke sisi utara Keraton Yogyakarta karena adanya Perang Sepei di zaman pemerintahan Sultan Hamengku Buwono II (1792-1810).

Putra Sultan Hamengku Buwono I ini sengaja menyamarkan karena menghindari incaran prajurit Inggris, yang waktu itu menggantikan posisi Belanda di Nusantara. Bahkan untuk lebih meyakinkan penyamarannya, Kyai Badarudin juga tidak pernah menggunakaan nama atau gelar kepangeranannya. Kyai Badarudin mengasingkan diri jauh di sisi utara-barat Yogya, yakni di Ngawen, Seyegan.
Pengasingannya ini ia lakukan karena dikenal sebagai tokoh yang menolak masuknya bangsa asing di lingkungan Keraton Yogyakarta – yang pada galibnya hanya membuat suasana keraton selalu panas dan penuh sengketa. Dalam perang atau Geger Sepei tersebut, Keraton Yogyakarta bisa dimasuki oleh pasukan Inggris yang dibantu tentara Gurkha (Sepei).

Di Ngawen Kyai Badarudin menjadi salah satu penasihat militer Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830). Di Ngawen inilah Kyai Badarudin menurunkan salah satu cicitnya, yakni KRT Pusponegoro I. Nama Pusponegoro sendiri (yang kemudian disandang oleh KRT Pusponegoro I) merupakan nama dari pihak istrinya yang nama aslinya adalah Raden Ayu Pusponegoro.

RAy Pusponegoro adalah cucu dari Sultan Hamengku Buwana IV (1814-1822). Jadi, KRT Pusponegoro I adalah cucu menantu dari Sultan Hamengku Buwono IV. Demikian menurut catatan Sarasilah Eyang KRT Pusponegoro I yang disampaikan oleh Ibu Yuli Sirasman Reksokusumo, yang merupakan salah satu trah atau keturunan dari KRT Pusponegoro I.

Semasa hidupnya KRT Pusponegoro I juga tidak rela bumi Tanah Jawa diinjak-injak bangsa asing. Sifat ini sama persis dengan sifat eyang buyutnya, Kyai Badarudin. Perlawanan Pangeran Diponegoro pada Belanda turut mengobarkan semangat KRT Pusponegoro untuk ikut serta mengusir Belanda. Ia pun berdiri sebagai salah satu penasihat militer Pangeran Diponegoro. Ia cukup jeli dan terlatih dalam urusan perang. Ia juga dikenal memiliki beberapa senjata pusaka di samping olah kanuragan yang mumpuni.

Salah satu pusaka milik KRT Pusponegoro I berupa tombak. Sayangnya pada saat sekarang ini tidak ada yang mengetahui nama dari pusaka tersebut. Hanya saja menurut Ibu Yuli Sirasman Reksokusumo, tombak tersebut memiliki aura yang sangat kuat. Tidak sembarang orang kuat kanggonan ‘ketempatan’ pusaka tersebut. Bahkan anak cucunya pun tidak ada yang kuat ketempatan pusaka ini.
Menurut Ibu Yuli pada masa lalu ada salah satu cucu KRT Pusponegoro I yang pernah menyimpan pusaka ini. Akan tetapi orang tersebut belum cukup kuat kanggonan pusaka tersebut. Akibatnya orang tersebut menderita sakit lumpuh. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pusaka ini, maka pusaka ini pun ditayuhkan. Setelah ditayuhkan, ternyata memang benar, tidak sembarang orang kuat ketempatan pusaka ini. (Albes Sartono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
TERAPKAN RESEP ALAMI SUDAH LAMA MAUPUN BARU (3) – Singkirkan Batuk dengan Jeruk Kingkit

SEIRING kemajuan teknologi, pemanfaatan bahan alami berkhasiat bisa menerapkan beberapa resep baru. Namun tak dapat dipungkiri, masih ada juga yang

Close