UMKM Bakal Mejeng di Bandara NYIA

Pertemuan antara Pemkab Kulonprogo dengan PT Angkasa Pura I di Ruang Menoreh Kompleks Pemkab. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (MERAPI) – PT Angkasa Pura I akan menyediakan ruang untuk sarana penjualan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bandara NYIA. Lima booth atau panggung mini yang diperuntukkan bagi UMKM se-DIY tersebut bahkan ditempatkan di tempat iklan terminal bandara, bersama dengan mitra-mitra lainnya.

Dari lima booth yang tersedia, UMKM Kulonprogo mendapat jatah satu. General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta dari PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama usai pertemuan dengan Pemkab Kulonprogo di Ruang Menoreh, Kamis (28/2) menyampaikan, penyediaan ruang penjualan bagi UMKM ini sudah sejalan dengan visi misi Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

Baik PT Angkasa Pura I maupun Pemkab sama-sama berkomitmen bahwa UMKM harus berkontribusi positif di Bandara NYIA. Selain itu, warga terdampak megaproyek tersebut juga harus terus diberdayakan, mulai dari keterlibatan dalam proses pembangunan hingga operasional bandara.

Meski tahapan seleksi UMKM diserahkan sepenuhnya kepada dinas, namun Pandu berharap agar pihak yang diunjuk siap menyajikan produk terbaik. Mengingat Bandara NYIA akan melayani penerbangan internasional, maka pengemasan produk yang dijual juga harus memenuhi standar internasional. Selain itu, SDM yang bertugas memasarkan produk juga harus bisa Berbahasa Inggris.

“Minimal say hello. Jadi kalau ditanya berapa harganya, bisa menjawab. Ini menjadi tanggungjawab Dinas Koperasi dan UKM untuk menyiapkan,” kata Pandu.

Terkait rencana penyediaan ruang penjualan produk bagi UMKM di Bandara NYIA, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo, Sri Harmintarti sudah merumuskan UMKM mana yang akan ditunjuk menempati. Sejumlah produk yang akan mengisi booth UMKM Kulonprogo di Bandara NYIA yakni gula semut, kopi, teh dan cokelat. Selain kemasan, lanjutnya, ada sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi UMKM agar bisa tampil di bandara, seperti adanya sertifikasi baik dari BBPOM, sertifikasi halal, atau bahkan sertifikasi organik seperti yang dimiliki gula semut. (Unt)

Read previous post:
Miliki Barang Impian Lewat Arisan Mapan

YOGYA (MERAPI) - Sebanyak 2,3 juta keluarga di Indonesia bergabung dengan Arisan Mapan. Arisan tersebut semakin berkembang lantaran peran 180

Close