TERJUN BEBAS USAI MENIKUNG-Minibus Rombongan Pelayat Nyemplung Jurang

WONOSARI (MERAPI)– Minibus Isuzu Elf nopol AD 8781 MC yang mengangkut 10 penumpang terperosok jurang Clongop di Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Rabu (27/2). Diduga, kejadian itu dipicu sopir yang tak menguasai medan serta rem kendaraan yang tak berfungsi maksimal.
Hingga semalam, 10 penumpang minibus tersebut masih dalam perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sedangkan kondisi mobil masih berada di dasar jurang sedalam 20 meter dengan kondisi rusak berat dalam posisi mobil terbalik. “Seluruh korban dalam kondisi luka berat dan ringan. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Klaten, Jawa Tengah,” kata Kapolsek Gedangsari, Gunungkidul AKP Edy Purnomo kepada wartawan, Rabu (27/2) petang.

Dijelaskan AKP Edy, minibus tersebut awalnya dalam perjalanan pulang usai melayat di wilayah Kecamatan Playen, Gunungkidul. Sampai di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba oleng karena sopir tak menguaai medan. Minibus pun melaju tak terkendali hingga terperosok ke jurang sedalam sekitar 20 meter. “Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Edy.
Dikatakan, mobil naas tersebut dikemudikan oleh Sudarto (35) warga Kronggahan, Klaten, dengan membawa 9 orang warga Dusun Telukan, Desa Gumulan, Klaten Tengah.
Kemungkinan karena tidak hafal medan dan rem tidak berfungsi sehingga kendaraan masuk jurang. Sebelumnya, mobil lebih dahulu menabrak pengaman jalan yang terbuat dari bambu. “Mobil dari atas turun, menikung dan masuk jurang,”ucapnya.

Menurutnya, korban yang dirawat di rumah sakit RSUP Suraji Tirtonegoro ada 5 orang, RS Sujarwadi 1 Orang, RS Cakra 2 orang dan RSI Klaten 2 orang. Semua dinyatakan rawat inap.
Salah seorang warga Dusun Plasan, Ny Suginem mengatakan, para korban sebagian mengalami luka di bagian kepala. Untuk pengusutan lebih lanjut kejadian ini sudah ditangani Satlantas Polres Gunungkidul. (Pur)

Read previous post:
UKM Terkendala Pemasaran Produk

GEDONGTENGEN (MERAPI) - Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kota Yogyakarta banyak yang telah menggeliat. Tapi pemasaran produk UMKM masih terbatas

Close