Puluhan Orang Sweeping Bendera Parpol dan Rusak Rumah Warga

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kapolres Sleman mengecek lokasi perusakan rumah dan sweeping bendera parpol di Mlati.
MERAPI-SAMENTO SIHONO /Kapolres Sleman mengecek lokasi perusakan rumah dan sweeping bendera parpol di Mlati.

MLATI (MERAPI)- Puluhan orang yang belum diketahui dari kelompok mana mengamuk di Dusun Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (27/2). Mereka mensweeping bendera salah satu partai politik kemudian mencopotinya. Selain itu, para pelaku juga melempari rumah warga dan merusak sebuah mobil hingga kacanya pecah.
Beruntung tidak ada korban luka dalam kejadian itu. “Massa datang sambil teriak-teriak, kemudian melakukan pelemparan batu dan mencopoti bendera partai,” ujar Maryatun salah seorang warga Kutu Dukuh kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, peristiwa itu bermula saat dirinya usai salat dzuhur mendengar terikan massa dari dalam rumah. Karena penasaran, Maryatun kemudian keluar rumah untuk melihat peristiwa yang terjadi, dan saat itu massa mulai masuk perkampungan.
Karena takut, ia lantas kembali masuk dalam rumah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Namun menurutnya, dari dalam rumah ia sempat mendengar suara dua kali tembakan peringatan dari kepolisian.
“Saat saya keluar, massa sudah banyak, sambil melempari rumah dengan batu. Kemudian saya masuk, tak lama kemudian dengar suara tembakan peringatan. Kejadiannya berlangsung cukup lama sebelum akhirnya dibubarkan polisi,” kata Maryatun.

Kendati demikian ia tidak mengetahui secara pasti penyebab peristiwa penyerangan itu, apakah berasal pelaku dari simpatisan partai politik tertentu atau tidak. “Saya tidak tahu penyebab kejadian itu, karena saat kejadian saya berada di rumah,” katanya.
Warga lainnya yang enggan disebut namanya, mengaku saat kejadian ia sedang menjajakan daganganya di Dusun Kutu Dukuh. Tiba-tiba puluhan masa datang dan melakukan pelemparan batu sambil membawa pentungan.
Selain melempari rumah, massa tersebut juga mencopoti bendera salah satu partai politik yang terpasang di Jalan Dusun. Massa kembali datang dengan jumlah yang banyak dan masuk ke dalam Dusun sejauh 500 meter.

“Jadi mereka datang dua kali, tapi yang kedua itu jumlahnya semakin banyak. Mereka membawa pentungan sambil teriak, sambil melakukan pelemparan,” jelasnya.
Beruntung petugas kepolisian yang sedang berjaga dalam pengamanan kampanye capres Prabowo Subianto di Grand Pasifik Hall yang jaraknya berdekatan dengan lokasi kejadian langsung datang membubarkan massa. Dengan sigap petugas kepolisian membubarkan massa tersebut.
Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab penyerangan tersebut. Menurutnya, massa datang dari selatan ke utara dengan berjalan kali, mereka kemudian masuk ke perkampungan.
“Belum, belum tahu penyebab peristiwa itu, masih dalam penyelidikan. Tapi semua sudah kondusif,” katanya.

Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan pengecekan. Usai melihat lokasi dan berdialog dengan warga, pihaknya juga menempatkan personel kepolisian bersenjata lengkap.
“Tidak ada apa-apa semua kondusif,” beber AKBP Rizky singkat. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Anggota Dewan Prihatin TKA Punya KTP

PATI (MERAPI) - Anggota Komisi II DPR RI, Firman Soebagyo mengaku prihatin atas munculnya kasus Tenaga Kerja Asing (TKA) sampai

Close