Beraksi di Pasar, Pengedar Upal Dimassa dan Mobil Dirusak

MERAPI-AMIN KUNTARI Petugas kepolisian menunjukkan kaca mobil pelaku peredaran uang palsu yang pecah setelah diamuk massa.
MERAPI-AMIN KUNTARI /Petugas kepolisian menunjukkan kaca mobil pelaku peredaran uang palsu yang pecah setelah diamuk massa.

KALIBAWANG (MERAPI) – Para pedagang Pasar Jagalan, Desa Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo geram dengan ulah dua orang pengedar uang palsu yang beraksi di pasar itu, Selasa (26/2). Setelah memergoki aksinya, para pedagang dan warga kemudian mengejar pelaku, memukulinya serta merusak mobil yang dipakai pelaku.
Kedua pelaku beraksi mengelabui sejumlah pedagang dengan membeli barang dagangan menggunakan uang palsu untuk memperoleh kembalian uang asli.
Menurut keterangan, dua orang pelekau yakni seorang laki-laki dan perempuan ini awalnya membeli pisang dan ikan asin masing-masing seharga Rp 10.000 di dua pedagang berbeda, dengan menggunakan pecahan Rp 100.000 palsu. Aksi pertama pelaku membeli pisang di lapak Muropi (70) berjalan mulus dan memperoleh kembalian Rp 90.000.

“Kemudian pelaku membeli ikan asin di lapak Mbah Jari dengan pecahan Rp 100.000 juga. Mbah Jari memberikan uang kembalian dan meminta saya untuk mengecek keaslian uangnya. Ternyata palsu. Mereka seketika mengembalikan uang kembalian dan langsung kabur,” kata salah satu saksi mata kejadian yang juga merupakan pedagang Pasar Jagalan, Haryanto (36).
Saat kabur, pelaku terlihat membuang pecahan Rp 100.000 yang sempat dibawa. Saksi dan korban pun berteriak. Para pedagang kemudian mengejar pelaku sambil meneriakkan kata-kata uang palsu. Setelah berhasil ditangkap, pelaku lantas menunjukkan mobil yang digunakan.
“Para pedagang kemudian menggeledah mobil tersebut. Di dalamnya, ada ratusan lembar uang palsu yang tersimpan di koper,” imbuh Haryanto.

Kekesalan pedagang akhirnya memuncak. Terlebih pada akhir tahun lalu, kasus serupa sempat terjadi di Pasar Jagalan. Massa yang geram lantas menghajar pelaku dan merusak mobilnya, Totota Sienta K 9006 XA. Beruntung, petugas keamanan pasar sigap mengamankan pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Kalibawang. Pelaku laki-laki bahkan harus ditangani petugas medis di rumah sakit terdekat lantaran mengalami luka.
Pedagang yang menjadi korban peredaran uang palsu, Muropi (70) mengaku telah memberikan uang kembalian Rp 90.000 setelah pelaku membeli pisang seharga Rp 10.000 dengan pecahan Rp 100.000. Lantaran sudah berusia lanjut, ia tidak menyadari bahwa uang yang digunakan untuk membayar adalah uang palsu.

“Saya baru tahu kalau itu uang palsu setelah dikasih tahu pedagang lain. Saat itu, pelaku sudah dimassa,” katanya.
Hingga kini, petugas kepolisan dari Polsek Kalibawang belum berkenan memberi keterangan terkait identitas pelaku serta barang bukti yang berhasil diamankan. Kapolsek Kalibawang, Kompol Endang Suprapto bahkan meminta agar wartawan menunggu rilis resmi dari Polres Kulonprogo hari ini, Rabu (27/2). (Unt)

Read previous post:
PENANDA JAM KERJA – Disbud Sleman Gunakan Kentongan

SLEMAN (MERAPI) - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman menggunakan kentongan sebagai penanda jam kerja. Hal ini sebagai upaya melestarikan alat

Close