Tipu Teman, Oknum Mahasiswa Raup Rp 230 Juta

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kombes Pol Hadi Utomo, didampingi AKBP Yuliyanto saat menunjukkan pelaku penipuan barang bukti haisl kejahatannya.
MERAPI-SAMENTO SIHONO/ Kombes Pol Hadi Utomo, didampingi AKBP Yuliyanto saat menunjukkan pelaku penipuan barang bukti haisl kejahatannya.

DEPOK (MERAPI)- Seorang oknum mahasiswa kampus swasta di Sleman, KB (21) warga Sumatera Selatan dibekuk aparat Ditreskrimum Polda DIY setelah mengelabui teman kampusnya, Kurniawan (22). Pelaku mencuri KTP serta kartu ATM korban, kemudian menguras uang di rekening korban hingga senilai Rp 230 juta. Uang sebanyak itu digunakan pelaku untuk membeli motor, baju hingga mengirim kepada orangtuanya.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo didampingi Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto kepada wartawan, Selasa (26/2) menerangkan, peristiwa itu berawal 26 Desember 2018 lalu. Saat itu tersangka bersama korban yang merupakan teman kuliahnya ini bepergian bersama ke Surabaya. Dalam perjalaman dari Surabaya ke Yogya menggunakan mobil, tersangka dihubungi oleh orangtuanya memberitahukan kalau sedang terlilit utang.

Karena panik dengan kabar itu, muncul niat tersangka berbuat jahat. Dia kemudian memutar otak. Alhasil, muncul niat untuk mencuri kartu ATM temannya itu. Saat korban lengah, pelaku mengambil kartu ATM korban yang berisi uang Rp 500 juta di tas, termasuk KTP. Korban tak menyadari kejadian itu hingga mereka tiba di Yogya.
Sesampainya di Yogya, pelaku mencairkan uang di dalam rekening korban. Dia pun berpura-pura melapor kehilangan ATM.
“Jadi berbekal foto kopi KTP korban, tersangka datang ke Polsek Banguntapan untuk melapor seolah-olah kehilangan buku tabungan dan kartu ATM,” beber Kombes Pol Hadi Utomo. Setelah mendapat surat laporan kehilangan itu, tersangka lantas mendatangi bank Panin KCU yang berada di Jalan Affandi Depok, Sleman. Saat itu tersangka mengaku sebagai korban Kurniawan dan melaporkan kehilangan buku tabungan serta ATM.

Tanpa menaruh curiga, petugas bank lantas menyanggupi permintaan tersangka. Usai mendapatkan buku tabungan, dia lantas melakukan penarikan uang Rp 50 juta di teller. Dengan uang itu, dia pulang ke rumahnya di Baturaja, Sumatera Selatan.
Di sana tersangka mendatangi kantor cabang bank Panin untuk membantu mengaktifkan mobil banking atas nama korban. Kemudian tersangka mulai mentransfer uang tersebut ke rekening ayahnya senilai Rp 115 juta.
“Tersangka ini juga mentranfer uang itu ke rekening pribadinya Rp 29 juta, dan digunakan untuk membeli motor, pakaian, serta barang-barang lainnya. Uang itu juga dideposito Rp 115 juta,” jelasnya. Total, pelaku menggasak uang Rp 230 juta di rekening korban.
Aksi pencurian tersebut baru diketahui korban pada 10 Januari lalu, saat dia mengecek saldo ternyata uang sudah tidak ada. Dia pun lantas menghubungi petugas Bank Panin di Jalan Afandi Depok Sleman. Petugas bank bergerak cepat melakukan pengecekan kamera CCTV.
“Dalam rekaman CCTV itu terlihat tersangka berada di bank, dan korban mengenalinya. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Banguntapan,” kata Hadi.

Mendapat laporan itu, petugas Polsek Banguntapan dan Polda DIY lantas melakukan penyelidikan berbekal keterangan korban dan saksi-saksi. Identitasnya langsung bisa dikenali. Alhasil tersangka berhasil terdeteksi di wilayah Banyuwangi, pada akhir pekan lalu. Polisi segera menangkap pelaku tanpa kesulitan.
“Jadi modus tersangka yakni mengambil KTP dan ATM milik korban, kemudian membuat laporan palsu meminta ganti buku tabungan di bank, selanjutnya mengambil tunai dan transfer,” jelasnya.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita beberapa barang bukti berupa handphone merk Samsung dan tiga baju sebagai barang bukti.
Sementara itu KB mengaku nekat melakukan pencurian lantaran terpaksa, karena uang tersebut akan digunakan untuk bayar utang orangtuanya. “Saya terpaksa karena ditelepon ayah kalau sedang punya utang,” tandasnya.

Guna menghindari kejadian Serupa, AKBP Yuliyanto mengimbau masyarakat berhati-hati dalam menyimpan kartu ATP.
“Masyarakat dan bank harus lebih hati-hati, karena modus penipuan bisa berbagai cara, agar bisa mendapat keuntungan,” imbau AKBP Yuliyanto.
Akibat perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Polda DIY. Tersangka dijerat dengan Pasal 263, 363, 3 dan 4 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. (Shn)

Read previous post:
Kampung Iklim Cegah Yogya Kekeringan

UMBULHARJO (MERAPI) - Kampung-kampung di Kota Yogyakarta didorong untuk menjadi kampung iklim untuk menghadapi perubahan iklim. Mengingat tanda-tanda perubahan iklim

Close