PDIP Bantul Desak Polisi Tangkap Penodong Pistol

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Ketua DPC PDIP Aryunadi (baju batik) didampingi Beni (kemeja merah) menuntut Polres Bantul menangkap pelaku.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM/ Ketua DPC PDIP Aryunadi (baju batik) didampingi Beni (kemeja merah) menuntut Polres Bantul menangkap pelaku.

BANTUL (MERAPI)- Satgas dan sejumlah simpatisan PDI Perjuangan Bantul mengaku ditodong pistol, dianiaya serta motornya dirusak oleh rombongan konvoi simpatisan partai politik di pertigaan Tembi Jalan Parangtritis, Bantul, Minggu (24/2). DPC PDIP Kabupaten Bantul pun mendesak aparat kepolisian segera menangkap dan menindak tegas para pelaku penodongan dan penganiayaan.
“Kami pengurus partai bersama tim advokasi sudah melakukan pengawalan atau pendampingan beberapa saat usai kejadian dengan membawa korban ke rumah sakit serta minta visum. Selain itu kami telah berkoordinasi dengan Kapolres Bantul untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang dialami oleh satgas dan simpatisan, karena hal itu sudah masuk dalam ranah pidana,” ujar Ketua DPC PDIP Kabupaten Bantul, Aryunadi didampingi Tim Advokasi PDIP, Beni Parwadi SHI saat mendampingi pemeriksaan para korban, Senin (25/2).

Menurutnya, pada Minggu (24/2), anggota laskar simpatisan sebuat partai politik yang berjumlah 500 orang melakukan konvoi dengan sepeda motor melalui Jalan Parangtritis usai menghadiri kampanye deklarasi dukungan capres dan cawapres di Desa Terong Kecamatan Dlingo Bantul.
Saat rombongan konvoi tiba di selatan pertigaan Tembi Jalan Parangtritis, sejumlah oknum anggota laskar mendatangi sebuah warung kelontong. Di warung itu ada satu anggota satgas PDIP dan sejumlah simpatisan. Tahu ada simpatisan PDIP, oknum anggota laskar itu selanjutnya menodongkan senjata api kepada seorang Satgas PDIP. Sementara simpatisan lain menampar beberapa kader PDIP.

Karena ada perlawanan, masa konvoi ikut melakukan penyerangan dan membuat Satgas PDIP dan simpatisan lari ke tengah kampung. Saat ditinggal kabur, anggota laskar merusak sepeda motor milik Satgas PDIP dan simpatisan serta rumah warga dengan melempar batu.
Sementara Tim Advokat DPC PDIP Kabupaten Bantul, Beni Parwadi SHI mengaku akan mendampingi kasus ini sampai tuntas dan sampai akar-akarnya. Untuk itu ia berharap polisi bertindak tegas dan jangan tebang pilih untuk melakukan proses hukum.

“Apapun yang terjadi kami akan mendampingi para korban saat melakukan laporan sampai tuntas. Perbuatan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena selain perbuatannya anarkis, juga merugikan para korban dan masyarakat lainnya,” tegas Beni.
Sementara Kapolres Bantul diwakili Kapolsek Bantul Kota, Kompol Munawar Sam SH mengatakan, pihaknya mendukung langkah hukum yang ditempuh DPC PDIP. “Sesuai perintah langsung dari Kapolres agar pemeriksaan dipercepat agar kasus ini juga dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pemuda Muhammadiyah DIY Deklarasi Pemilu Damai

DEPOK (MERAPI) - Aanton Nugroho SE terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY periode 2018-2022, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil)

Close