KR RAIH PENGHARGAAN KONI DIY – Kriteria Menuju PON 2020 Diperketat

Direktur Keuangan PT BP KR Imam Satriadi SH (dua kiri) menerima penghargaan KONI DIY. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)

SLEMAN (MERAPI) – KONI DIY bakal menerapkan kriteria yang lebih ketat bagi para atlet yang akan diberangkatkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2020 mendatang di Papua. Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2019 di Prime Plaza Hotel, Sleman, Sabtu (23/2), kriteria yang akan diterapkan KONI DIY, atlet harus mampu minimal menempati peringkat ketiga saat mengikuti kualifikasi Pra-PON tahun ini.

“Tentu ada kriteria yang kami terapkan untuk atlet yang akan diberangkatkan. Ya minimal di Pra-PON menempai peringkat ketiga. Itu juga kaitannya untuk menekan anggaran. Namun ini akan kami pantau perkembangannya, bagaimana para atlet ini mengikuti Pra-PON yang digelar tahun ini,” ujar Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto saat ditemui di sela acara.

Disampaikan Djoko Pekik, perkiraan anggaran yang dikeluarkan untuk memberangkatkan satu atlet ke Papua mencapai Rp 40 juta. “Perkiraan kami anggarannya satu atlet Rp 40 juta. Jadi kalau 100 orang, tinggal dikalikan saja bisa mencapai Rp 4 miliar. Tapi itu masih perkiraan, belum dihitung lebih mendetail,” tuturnya.
Mengenai perkiraan atlet yang diberangkatkan, Djoko Pekik menyebut 125-150 atlet.
“Itu target yang kami canangkan untuk lolos PON. Kalau untuk anggaran kan menyesuaikan. Memang jumlahnya cukup besar jika nantinya benar-benar 150 atlet yang lolos. Tentu kami terus berkoordinasi dengan Pemda DIY terkait pembiayaannya nanti,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Djoko Pekik juga mengatakan bahwa terdapat dua pengurus cabang olahraga (cabor) yang secara resmi masuk menjadi anggota KONI DIY. Kedua cabor itu yakni rugby (Persatuan Rugby Union Indonesia atau PRUI) dan soft tenis (Persatuan Soft Tenis Indonesia atau Pesti). “Kedua cabor ini resmi jadi anggota KONI DIY setelah mengajukan diri sebagai anggota,” katanya.

Sementara itu, pada RAT tersebut juga memberikan penghargaan terhadap sejumlah pihak yang peduli terhadap pembinaan olahraga di wilayah DIY. Salah satu penghargaan dari KONI DIY diberikan kepada Kedaulatan Rakyat, yang dinilai memberikan pemberitaan olahraga cukup intens. Selain KR, media lain yang juga menerima penghargaan yaitu TVRI dan RRI.

Menanggapi pemberian penghargaan dari KONI DIY, Direktur Keuangan PT BP Kedaulatan Rakyat, Imam Satriadi SH mengaku bangga dengan hal itu. “Tentunya bangga dengan penghargaan ini. Kami akan jadikan ini sebagai motivasi untuk maju, terus mendukung pembinaan olahraga di DIY. Seperti moto kami, migunani tumraping liyan,” akunya. (Oro)

Read previous post:
MERAPI-TRI DARMIYATI Perwakilan tokoh masyarakat di Kecamatan Kraton dan berbagai elemen penyelengara pemilu dan instansi pemerintah menyapu sampah politik uang, ujaran kebencian dan hoaks.
GERAKAN ‘KECAMATAN AMPUH’ DIDEKLARASIKAN-Ujaran Kebencian dan Hoaks Bukan Budaya Warga Yogya

KRATON (MERAPI)- Para penyelengara pemilu, instansi pemerintah dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kraton, Yogya mendeklarasikan menolak politik uang, ujaran kebencian

Close