Maksimalkan KKB, Cegah Kasus Pencabulan Anak Terulang Lagi

ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO (MERAPI) – CMA (13) warga Desa Manang, Kecamatan Grogol korban dugaan pencabulan sampai mengakibatkan hamil lima bulan oleh teman almarhum ayahnya, JS (50) dalam pemantauan penuh Pemkab Sukoharjo. Sebab kejadian tersebut membuat kaget mengingat kondisi CMA merupakan anak di bawah umur dan yatim piatu. Ke depan untuk pencegahan kasus serupa terulang lagi maka Pemkab Sukoharjo akan memaksimalkan keberadaan Kampung Keluarga Berencana (KKB).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo Proboningsih Dwi Danarti, Jumat (22/2) mengatakan, sudah mengetahui kejadian yang menimpa seorang anak perempuan siswa kelas VI SD asal Manang, Grogol. Kejadian tersebut sangat memprihatinkan karena menimpa anak di bawah umur dimana masih menjadi tanggungjawab orang tua. Namun karena orang tua menurut informasi yang diterima sudah meninggal maka tanggungan anak sekarang menjadi beban keluarga. Pemkab Sukoharjo sendiri hadir untuk membantu sesuai dengan kapasitas masing masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo akan membantu memberikan pendampingan berkaitan dengan perlindungan anak. Hal itu sangat penting mengingat CMA masih berstatus sebagai anak dan mengenyam pendidikan tingkat SD.

“Keberadaan anak ini terus kita pantau dan mendapat pendampingan agar kondisi psikologisnya kembali normal termasuk berkaitan pendidikan terhadap CMA,” ujarnya.

Catatan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo kejadian yang menimpa CMA merupakan kasus besar. Artinya korban dugaan pencabulan merupakan anak anak dan bahkan sesuai keterangan pihak keluarga CMA sudah hamil dengan usia kandungan lima bulan.

“Petugas yang ada akan kami maksimalkan membantu CMA karena anak ini merupakan korban. Petugas gabungan ini melibatkan sejumlah OPD sesuai petunjuk dari Pemkab Sukoharjo,” lanjutnya.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo juga akan memaksimalkan keberadaan Kampung Keluarga Berencana (KKB) sebagai bagian dari pencegahan kejadian kekerasan seksual khususnya terhadap anak di wilayah lain kemudian hari. Peran tersebut sangat penting mengingat hampir sebagian desa dan kelurahan di Sukoharjo sudah membentuk KKB.

KKB menjadi salah satu usaha dari Pemkab Sukoharjo tidak hanya mencegah namun juga menghindarkan berbagai kasus. Seperti pengendalian penduduk, dan perlindungan anak. “Khusus untuk kasus CMA nanti KKB di Kecamatan Grogol akan semakin digiatkan lagi,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Salah satu keluarga CMA, Sriyanto ditemui di rumahnya, Rabu (20/2) mengatakan, CMA merupakan anak kedua dari pasangan suami isteri Wijiyanto dan Dyah Rudatin beralamat di Dukuh Cemani RT 6 RW 14, Desa Cemani, Kecamatan Grogol. CMA memiliki seorang kakak perempuan MWS (26). Wijiyanto dan Dyah Rudatin sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik di wilayah Cemani, Grogol.

Wijiyanto saat bekerja dalam kondisi sakit dan meninggal dunia setahun lalu. Tidak lama berselang Dyah Rudatin juga meninggal dunia karena sakit. CMA dan kakanya kemudian menjadi anak yatim piatu.

CMA kemudian diasuh oleh JS teman ayahnya, Wijianto yang tinggal di wilayah Kabupaten Boyolali. Sedangkan kakaknya MWS bersama neneknya Sijum. CMA diketahui tinggal bersama JS sekitar setahun terakhir normal seperti biasa. JS sering mengantar CMA pulang ke rumah neneknya di Manang, Grogol, Sukoharjo. Selanjutnya dijemput kembali untuk diajak tinggal di rumah JS di Boyolali.

JS diketahui sudah memiliki keluarga dengan 11 anak tinggal bersama CMA. Pihak keluarga pada awalnya tidak menaruh curiga karena sejak awal JS sudah dikenal sebagai teman ayah CMA, Wijianto selama masih hidup dan bekerja di Cemani, Grogol. Keluarga baru curiga setelah JS mengantar CMA pada 14 Februari lalu ke rumah neneknya di Manang, Grogol, Sukoharjo.

“Pada saat itu JS datang mengantar CMA dan bilang ke nenek CMA kalau kedatanganya untuk mengatar dan menyerahkan kembali CMA ke neneknya. Itu aneh dan keluarga curiga karena biasanya hanya diantara dan kemudian dijemput atau dibawa pulang lagi oleh JS ke rumahnya di Boyolali,” ujarnya.

Kecurigaan keluarga semakin bertambah setelah melihat kondisi badan CMA yang terlihat membesar pada bagian perutnya. Oleh pihak keluarga kemudian CMA diajak periksa ke bidan. Hasilnya diketahui CMA dalam kondisi hamil dengan usia kandungan sekitar lima bulan.

Kondisi tersebut membuat pihak keluarga kaget dan terpukul dengan kejadian yang dialami CMA. CMA awalnya tidak mengakui dengan apa yang terjadi. Namun setelah didesak baru CMA mengaku bahwa kehamilannya akibat perbuatan JS. (Mam)

Read previous post:
DAUNNYA TAMPIL KHAS DAN EKSOTIS – Suplir Gajah Bikin Asri Rumah

SEBAGIAN jenis tanaman hias lebih menonjolkan keindahan daun-daunnya. Meski tak memunculkan bunga, tanaman dengan tampilan khas, eksotis dan hijau memikat

Close