PAMERAN SENI KRIYA DUKUNG JOGJA HEBOH – Kenalkan Produk IKM Kualitas Ekspor

MERAPI-TRI DARMIYATI Berbagai produk seni kriya ditampilkan dalam Pameran Seni Kriya di JEC hingga 24 Februari 2019.
MERAPI-TRI DARMIYATI
Berbagai produk seni kriya ditampilkan dalam Pameran Seni Kriya di JEC hingga 24 Februari 2019.

BERBAGAI produk fesyen seperti batik dan lurik, aksesoris, kerajinan kulit hingga kerajinan furniture, ditampilkan dalam Pameran Seni Kriya di Jogja Expo Center (JEC) mulai 21-24 Februari 2019. Produk-produk dari Industri Kecil Menengah (IKM) tak hanya memiliki nilai kreativitas maupun keunikan. Tapi juga memiliki fungsi lebih. Dari segi kualitas pun tidak kalah dan layak ekspor.

“Produk-produk yang ditampilkan ini adalah produk kriya dari IKM di DIY yang memiliki kualitas ekspor,” kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, dalam pembukaan Pameran Seni Kriya, di JEC, Kamis (21/2) sore.

Produk fesyen seperti batik mulai dari pakaian, tas, sepatu dan berbagai aksesoris, produk. Kerajinan kulit seperti tas dan dompet. Sedangkan pada produk furniture misalnya satu set meja rias dengan ornament potongan-potongan mozaik kaca. Bahkan pernah pernik gantungan kunci dari rajut, kaun flannel hingga perca.

Pameran yang diadakan olah Dinsperindag DIY bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DIY itu mengambil tema creatif product for global opportunities. Sesuai tema tersebut, pameran Seni Kriya itu memberikan kesempatan bagi produk kreatif lokal di DIY agar lebih mengglobal atau mendunia.

“Tujuan pameran ini menjembatani IKM Kriya bertemu dengan para buyer dan pengunjung. Ini sekaligus untuk meningkatkan pemasaran dan memperluas jaringan produk seni kriya. Ada juga kegiatan temu bisnis,” terangnya.

Dia menyebut ada sekitar 80 stan dari 92 IKM Kriya yang mengikuti pemerain itu. Hal yang menarik, pameran juga dikemas dengan menampilkan 12 replika bangunan bersejarah di Yogyakarta di antaranya Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Kantor Pos Besar Yogyakarta, Bangunan Bank Indonesai dan Plengkung Wijilan .

“Replika-replika sejarah itu sengaja ditampilkan untuk memberikan suasana Yogyakarta lebih terasa,” ujar Yuni.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemda DIY Tri Saktiyana yang mewakili Gubernur DIY, mengapresiasi kegiatan Pameran Seni Kriya yang dikemas dengan kreatif itu. Begitu pula dengan produk-produk seni kriya dari IKM yang ditampilkan memilik fungsi lebih selain dari sisi estetika.

“Kreasi seni kriya berupa karya dua atau tiga dimensi memiliki fungsi tak hanya keindahan. Tapi juga mempunyai fungsi lain. Seni kriya dalam perkembangannya melihat dari kreativitas, bisnis dan ekonomi,” urai Tri Saktiyana saat membuka pameran.

Dia menuturkan Pameran Seni Kriya tahun 2019 adalah rangkaian kegiatan Jogja Heboh untuk meningkatkan wisatawan saat low season. Menurutnya kegiatan Jogja tahun ini memiliki banyak kemajuan lebih kreatif dibandingkan Jogja Heboh pada tahun 2018.

Sedangkan Wakil Ketua Kadin DIY Mirwan Samsudin Sukur mengatakan Kegiatan Jogja Heboh ini menyajikan banyak atraksi sekaligus mendorong transaksi. Dia menyebut berdasarkan data sementara selama rangkaian kegiatan Jogja Heboh Februari 2019 telah meningkatkan okupansi hotel sekitar 5 persen dibandingkan Februari 2018. Sementara dari segi transaksi meningkat sekitar 12,5 persen.

“Dari data sementara sudah terjadi peningkatan transaksi. Ini bukti Jogja Heboh memberikan dampak. Pada tahun 2020 akan kami tingkatkan pelaksanaan Jogja Heboh dari sebulan menjadi tiga bulan sesuai harapan gubernur,” pungkas Mirwan.(Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Polisi melakukan olah TKP di sekitar mobil yang dibakar orang tak dikenal.
Teror Merembet ke Yogya, Mobil Caleg Dibakar

GODEAN (MERAPI)- Mobil Toyota Rush AB 1387 MU milik seorang calon legislatif, Supriyoko (40) warga Bantulan Sidoarum Godean Sleman, dibakar

Close