DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN DIY KEMBANGKAN BUDIDAYA IKAN HIAS – Peluang Bisnis yang Mudah dan Menjanjikan

MERAPI-ISTIMEWA Ikan hias Manfish yang dibudidayakan Kelompok Buana Mina 1.
MERAPI-ISTIMEWA
Ikan hias Manfish yang dibudidayakan Kelompok Buana Mina 1.

BUDIDAYA ikan hias dinilai menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Selain warna dan bentuknya tergolong menarik, budidaya ikan hias yang cukup mudah dan terjangkau menjadikan daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya, khususnya yang ada di Yogyakarta.

Kelompok Buana Mina di Padukuhan Kadisoro Gilangharjo Pandak Bantul, adalah salah satu pembudidaya ikan hias yang berdiri sejak tahun 2003. Pembudidaya ikan hias terbesar di Yogyakarta ini telah merasakan manisnya keuntungan dari budidaya ikan yang hidup di air tawar tersebut.

Jenis ikan hias yang diproduksi kelompok Buana Mina seperti Ikan jenis Plati, Guppy, Swordtail, Manfish, Cupang, Koki dan beberapa jenis ikan Koi. Dalam sebulan, produksinya mencapai 50.000 ekor yang terdiri dari beberapa jenis ikan hias.

Menurut ST Kriswanto selaku Ketua II kelompok Buana Mina budidaya ikan hias relatif mudah karena tidak membutuhkan tempat yang besar, mudah bertelur, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dibesarkan.

“Ikan yang siap dijual mempunyai usia kurang lebih 3 bulan dengan ukuran ikan 3,5 sampai 4 centimeter,” jelas dia.

Kriswanto menambahkan, produksi ikan hiasnya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan ikan hias di DIY yang saat ini belum tercukupi, ia menambah pembudidaya ikan hias baru dan berinovasi dengan melakukan persilangan ikan jenis Swordtail/ikan Pedang untuk menambah estetika ikan hias.

Sampai saat ini Kelompok Buana Mina mempunyai jaringan pasar yang sangat luas sehingga mampu memasarkan produksi ikan hias di wilayah DIY, Jateng, Jawa Timur, Jawa Barat hingga luar Jawa seperti Kalimantan, Riau, Makasar dan Medan.

Dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Ir. Bayu Mukti Sasongko bahwa ikan hias merupakan salah satu komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan di wilayah DIY, karena budidayanya tidak memerlukan lahan yang luas. Pihaknya juga memberikan dukungan serta bimbingan penuh terhadap petani ikan hias agar terus berkembang dan mendapatkan omzet yang tinggi.

“Bisnis ikan hias  di Yogyakarta masih menguntungkan baik di tingkat pembudidaya maupun pedagang. Mengembangkan ikan hias dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena nilai keuntungannya yang tinggi,” ujar Bayu.
Bayu berharap kedepannya Padukuhan Kadisoro menjadi kampung edukasi yang menjadi barometer ikan hias di Yogyakarta. Melalui kampung tersebut, masyarakat umum dapat belajar cara budidaya ikan hias. (*)

Read previous post:
2.250 RTLH Dibangun di Temanggung

TEMANGGUNG (MERAPI) - Sebanyak 250 ribu unit rumah tidak layak huni akan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI

Close