MELUNCUR 12 KALI DALAM 20 HARI-Awan Panas Belum Bahayakan Permukiman

UMBULHARJO (MERAPI)- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas Gunung Merapi sejak 29 Januari hingga kini masih dalam fase pembentukan guguran lava dan awan panas. Jarak luncur guguran awan panas itu masih dalam radius aman. Tapi tetap diwaspadai karena mengarah ke Kali Gendol. Status Waspada level II masih dipertahankan.
“Jarak luncur guguran lava dan awan panas saat ini maksimum 2.000 meter. Masih berpotensi terjadi guguran dengan jarak luncur kurang dari 3.000 meter. Dengan demikian belum mengancam keselamatan penduduk di permukiman yang jarak paling dekat 4,5 km dari puncak Gunung Merapi,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam jumpa pers, Kamis (21/2).

BPPTKG mencatat sejak 29 Januari sampai kini Gunung Merapi telah mengeluarkan 12 kali guguran awan panas. Rinciannya, 29 Januari 3 kali guguran dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter, 7 Februari 1 kali guguran dengan jarak luncur 2.000 meter, 11 Februari 1 kali guguran jarak luncur 400 meter dan pada 18 Februari terjadi 7 kali guguran dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter.
“Jarak luncur maksimum masih dalam radius aman. Tapi kewaspadaan harus tetap ada karena sudah mengarah ke bukaan dan Kali Gendol,” paparnya.
Sedangkan aktivitas kegempaan dalam sebulan terakhir berupa 14 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), 39 kali gempa fase banyak (MP), 34 kali gempa gempa Low Frekuensi (LF), 81 kali gempa hembusan (DG) dan 1.216 kali gempa Guguran (RF). Dia menyatakan aktivitas kegempaan itu secara keseluruhan mengalami peningkatan dibandingkankan periode sebelumnya. “Ini menandakan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung dan cenderung meningkat,” imbuh Hanik.

Dia menjelaskan aktivitas Gunung Merapi sekarang adalah fase panjang dengan status Waspada sejak Mei 2018 sampi kini. Berbeda dengan erupsi 2006, fase tersebut pendek karena gempa vulkanik meningkat seperti gempa MP bisa mencapai ratusan, sehingga status wapada dinaikkan. Dibandingkan sekarang aktivitas MP dan ekstruksi magma masih kecil.
Dia menyebut volume kubah lava BPPTKG sebesar 461.000 meter kubik terhitung sejak 22 Januari dan relatif tetap sampai saat ini. “Pertumbuhan kubah lava sekarang, tidak teramati karena ekstrusi magma dari dalam langsung meluncur membentuk guguran lava atau guguran awan panas,” ucapnya.

Menurut Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso, yang dikhawatirkan adanya potensi suplai magma baru dan terjadi peningkatan signifikan. Namun peningkatan suplai magma secara signifikan itu tetap diketahui karena ada indikasinya. “Tapi sampai sekarang kami belum ada indikasi suplai magma baru,” ujar Agus.
BPPTKG tetap merekomendasikan masyarakat di kawasan rawan bencan III untuk tenang dan beraktivias biasa dan mengikuti informasi aktivitas Merapi. Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi harus dikosongkan dari aktivitas penduduk, antisipasi gangguan akibat abu vulkanik dan mewaspadai bahaya lahar saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Selain itu masyaraka dan pemerintah daerah diminta mempersiapkan prosedur penanganan kondisi darurat bagi masyarakat yang beraktivitas di Kali Gendol dan sekitarnya.(Tri)

Read previous post:
ilustrasi
DIPICU SALAH PAHAM 3-Murid SD Dianiaya Remaja Putus Sekolah

KRATON (MERAPI) - Remaja putus sekolah, Rd (18) warga Kasihan Bantul, menganiaya 3 pelajar SD di Mberi Tamansari Kraton Yogya,

Close