ATASI BLANK SPOT PPDB-Kuota Prestasi Perlu Diperbanyak

UMBULHARJO (MERAPI) – Peraturan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019 di Kota Yogyakarta masih terus dimatangkan. Rencananya zonasi basis jarak RW masih diterapkan dengan perbaikan dan meminimalisir potensi wilayah tak masuk zona atau blank spot. Penambahan kuota jalur prestasi pun terus dikaji.

“Basis zonasi jaraknya tidak terlalu banyak bedanya dengan PPDB tahun lalu, karena sebaran sekolah SMP negeri tidak merata,” kata Pelaksana Tugas Kepala Disdik Kota Yogyakarta Budi Asrori Santoso, Senin (18/2).

Dia mengakui rencananya zonasi akan menggunakan basis jarak RW. Namun pihaknya belum dapat menyampaikan lebih detil zonasi basis jarak RW tersebut karena akan diatur dalam peraturan walikota. Jika zona dibuat berbasis kecamatan, lanjutnya, akan tidak efektif karena SMP negeri di Kota Yogya tidak merata di tiap kecamatan. Oleh sebab itu basis zonasi RW yang akan diterapkan kembali.

“Yang penting masyarakat dimudahkan. Minimalkan masalah-masalah dan tidak membuat bingung masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian dia menegaskan telah mengantisipasi persoalan-persoalan PPDB tahun lalu muncul kembali, seperti blank spot. Dia mengaku sudah mempersiapkan sistem dalam PPDB untuk mengatasi blank spot. Salah satu caranya kuota jalur prestasi akan kami tambah. Namun pihaknya belum dapat menyampaikan karena kuota PPDB 2019/2020 belum ditetapkan secara resmi

Mengacu pada Permendikbud 51 tahun 2018 tentang PPDB tahun 2019/2020, PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni zonasi dengan kuota minimal 90 persen, prestasi kuota maksimal 5 persen, dan perpindahan orangtua peserta didik kuota maksimal 5 persen. Sedangkan pada PPDB tahun lalu di Kota Yogyakarta menerapkan kuota 5 persen luar kota, 5 persen perpindahan orangtua siswa, 75 persen zonasi dan 15 persen jalur prestasi.

“Dengan penambahan kuota jalur prestasi setidaknya bisa mengatasi blank spot zonasi. Kami hargai prestasi siswa dan tidak abaikan anak-anak yang dekat dengan sekolah. Siswa tetap kami minta belajar rajin karena prestasi tetap dihargai,” terang Budi.

Rencana pemerataan SMP Negeri ke Yogya timur juga belum dapat dipastikan direalissikan tahun ajaran baru nanti. Dia menjelaskan masih akan melihat hasil PPDB tahun 2019 nanti terkait pemerataan SMP Negeri. Penambahan rombongan belajar (rombel) siswa juga tidak dilakukan karena dalam Permendikbud mengamanatkan tidak menambah rombel. Dia menyebut total kuota rombel SMP Negeri di Kota Yogyakarta sekitar 3.460 siswa.

“Pendaftaran PPDB jadwalya kami sinkronkan dengan seluruh DIY biar masyarakat tidak bingung. Jika aturan sudah ditetapkan sampai teknis dan kuotanya kami akan segera sosialisasikan ke masyarakat sejak awal sebelum PPDB,” tandasnya. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Paku Alam V dalam Buku Aristo-Modernis dari Timur

KEBANGKITAN Kadipaten Pakualaman dari keterpurukan lilitan utang, sebagai akibat pola hidup keluarga Paku Alam di masa pemerintahan sebelumnya, membuat KGPAA

Close