KERIPIK ANEKA DAUN – Bayam Sampai Sirih Panenan Sendiri

MERAPI-SULISTYANTO Sebagian jenis keripik dalam tahap pengemasan.
MERAPI-SULISTYANTO
Sebagian jenis keripik dalam tahap pengemasan.

ANEKA jenis daun dapat diolah menjadi keripik, misalnya bayam, kersen (talok), kangkung, kemangi dan sirih. Penggemar beberapa jenis keripik ini bahkan rutin memesan untuk dijadikan camilan sehari-hari, dijual lagi atau dititipkan di warung-warung makan.

Bahan baku untuk membuat keripik aneka daun dapat membeli di pasar, namun bisa juga dengan menanam sendiri. Seperti halnya dilakukan pembuat keripik dan rempeyek asal kawasan Sonosewu Kasihan Bantul, Ny Sulis, ia sudah memanfaatkan hasil panenan sendiri. Tanaman bayam, kangkung, sawi dan kemangi ditanam di bagian belakang rumah. Sedangkan sirih dan kersen berada di pekarangan depan rumah.

“Bisa dibilang produk keripik yang kami buat, bagian dari pemanfaatan lahan pekarangan. Hasil panenan terutama daun-daunnya dapat kami olah menjadi makanan. Selain keripik kami membuat juga rempeyek kacang. Lain halnya dengan beberapa kerupuk, emping dan lempeng ada yang membeli mentah di pasar, lalu tinggal kami goreng,” jelas Ny Sulis kepada Merapi.

Bahan baku daun bayam yang cocok dijadikan keripik, lanjutnya, lebih baik jika jenis bayam oyot . Setelah digoreng menjadi keripik lebih enak, gurih dan tak ada rasa pahit. Lain halnya dengan bayam raja yang daunnya lebar-lebar masih sering ada rasa pahit dan kalah gurih dibanding bayam oyot. Sedangkan bahan baku daun kersen, dipilih yang berada di pucuk-pucuk ranting atau daun yang masih muda.

“Daun sirih yang dipilih juga jangan yang terlalu tua. Daun sirih perlu direbus dahulu sekitar setengah jam agar rasa pahitnya banyak berkurang. Setelah direbus lalu dicuci bersih, ditiriskan sejenak dan segera dicampur dengan adonan tepung sebelum digoreng,” paparnya.

Adonan tepung untuk keripik, ia menggunakan tepung beras kualitas bagus dan ditambah sedikit tepung tapioka. Bumbunya antara lain ada ketumbar, kemiri, kencur, garam secukupnya serta bawang putih. Tak perlu diberi tambahan penyedap rasa (vetsin), sebab untuk mencairkan tepung sudah menggunakan santan kelapa. Artinya juga santan tersebut sudah mampu menggantikan keberadaan vetsin. Banyak pelanggan atau konsumen merasa lebih senang ketika pihaknya tak menggunakan vetsin.

Ditambahkan, meski usaha yang digeluti termasuk usaha rumah tangga, ketika pemerintah desa maupun kecamatan menggelar sejumlah acara, pihaknya biasa diikutkan dalam pameran serta bazaar. Beberapa jenis keripik yang dititipkan di sejumlah warung soto terkenal, peminatnya ternyata datang dari berbagai kalangan. Selain cocok dijadikan teman makan soto, biasa juga dijadikan sebagai oleh-oleh.

“Dengan usaha seperti ini, Alhamdulillah bisa juga merekrut tenaga dari tetangga sini untuk bisa membantu kami seperti saat pengemasan,” tandasnya. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
DIDUGA TERPELESET SAAT CARI RUMPUT-Kakek Tewas Membusuk di Sawah

GAMPING (MERAPI)- Warga Dusun Sembung, Balecatur, Gamping, Sleman digegerkan dengan penemuan mayat di bulak persawahan setempat, Jumat (15/2) siang. Di

Close