MANTAN KARYAWAN KONTER DIBEKUK-Gandakan Kunci Brankas, Curi 19 HP

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kompol Sukirin (tengah) menunjukan barang bukti hasil pencurian pembobol konter.
MERAPI-SAMENTO SIHONO/ Kompol Sukirin (tengah) menunjukan barang bukti hasil pencurian pembobol konter.

DEPOK (MERAPI)- Mantan karyawan sebuah konter handphone di Caturtunggal, Depok, Sleman, KA (31) warga Surabaya yang tinggal di Giwangan, Yogya diamankan aparat Polsek Depok Barat setelah menggasak 19 handphone di bekas tempatnya bekerja. Pelaku beraksi dengan menduplikat kunci brankas yang digunakan untuk menyimpan HP.
Akibat kejadian itu, korban pemilik konter mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto kepada wartawan, Jumat (15/2) mengatakan, tersangka diamankan di Klaten, setelah petugas mendapat laporan dari korban.

“Tersangka diamankan di Klaten, saat dalam perjalanan pulang ke Surabaya,” beber Kompol Sukirin. Dijelaskan Sukirin, tersangka sudah beberapa waktu bekerja di konter milik korban. Akhir pekan lalu, dia bermaksud keluar dari pekerjaannya itu. Namun sebelum keluar, dia memiliki niat jahat untuk melakukan pencurian. Pelaku pun menduplikat kunci brankas yang digunakan untuk menyimpan HP saat malam hari.
Usai resmi keluar dari pekerjaannya itu, tersangka datang ke konter itu dengan cara masuk melewati pintu depan. Setelah memastikan kondisi aman, tersangka masuk dan membuka brankas dengan kunci yang telah digandakan.

“Awalnya tersangka masuk saat toko belum buka. Ia masuk ketika ada petugas kebersihan membersihkan ruko. Petugas kebersihan tak curiga karena mengira pelaku masih karyawan di tempat itu,” ujarnya.
Dengan bekal kunci duplikat itu, tersangka mengambil 19 unit handphone yang disimpan di brangkas. Usai beraksi, pelaku meninggalkan lokasi kejadian. Aksi pencurian itu diketahui saat salah seorang karyawan membuka brankas dan mendapati handphone sudah tidak ada.
“Tersangka ini melakukan aksi pencurian seorang diri. Dia mantan karyawan di situ selama tiga tahun. Jadi tahu seluk beluk ruko,” kata Sukirin.

Pemilik konter lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Depok Barat. Mendapat laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi diperiksa. Termasuk tukang sapu yang bertugas saat pelaku beraksi. Saat itulah identitas pelaku diketahui. Polisi bergerak cepat mencari pelaku dan berhasil meringkusnya saat hendak kabur ke Surabaya.
Menurut Sukirin, dari hasil interogasi, tersangka mengaku menjual handpone hasil curian tersebut di media sosial Facebook. Dari hasil penjualan, tersangka dapat meraup keuntungan mencapai Rp 18 juta, sedangkan sisa uang yang ditemukan polisi hanya Rp 4 juta.
“Dari total 19 handphone yang dicuri, 14 di antaranya sudah dijual di Facebook dan masih sisa 4. Barang bukti itu kita temukan di rumah tersangka beserta uang Rp 4 juta,” katanya.

Sementara itu tersangka KA mengaku nekat melakukan pencurian lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Hasil penjualan handphone digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari termasuk membayar utang serta renovasi rumah.
“Uang saya gunakan untuk bayar utang. Dulu saya utang karena untuk bangun rumah di Surabaya,” beber KA.
Akibat perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Polsek Depok Barat. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.(Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-HUMAS POLSEK BANGUNTAPAN Tersangka De sesaat setelah dibekuk Tim Buser Polsek Banguntapan.
Ditipu Kenalan Baru, Mahasiswi Ditelantarkan di Tepi Ringroad

BANTUL (MERAPI)- Seorang mahasisiwi asal Jakarta yang kuliah di Yogya, Ardila Sariwulan ditipu kenalan barunya yang dijumpai di media sosial.

Close