Seleksi Calon Atlet Popda Diambil Alih Pengcab

Seleksi calon atlet Popda di pertandingan Taekwondo. (Foto: Abdul Alim)
Seleksi calon atlet Popda di pertandingan Taekwondo. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Seleksi atlet untuk maju ke Popda Jateng dilakukan mandiri oleh pengurus cabang (pengcab) tiap jenis olahraga di Kabupaten Karanganyar. Masing-masing pengcab melakukan seleksi mandiri karena keterbatasan dana.

“Dari pemerintah nol rupiah untuk menyelenggarakan seleksi. Padahal atlet harus disiapkan di Popda. Satu-satunya mengetahui potensinya adalah melalui pertandingan. Akhirnya, bupati Juliyatmono mengeluarkan uang pribadinya untuk tiap pengcab Rp 2 juta,” kata Kepala Seksi (Kasi) Keolahragaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Sularno, Kamis (14/2).

Jumlah atlet yang ikut seleksi berbeda-beda. Idelanya 4.000-an orang yang ikut. Tapi tahun ini, panitia tak bisa memprediksi.

Dia mencontohkan cabang olahraga (cabor) badminton mengambil atlet yang lolos seleksi delapan besar tahun lalu. Selain itu cabor sepakbola mengambil tiga atlet dari setiap kecamatan untuk mengikuti seleksi. Kompetisi cabor panahan dan atletik dimasukkan rangkaian agenda HUT DPRD Kabupaten Karanganyar.

“Yang ditandingkan hari ini taekwondo dan pencak silat. Cabor renang mengambil dari kompetisi Intanpari Cup tempo hari. Seleksi mulai 31 Januari sampai 5 Maret. 25 Februari ke Wonogiri seleksi cabor beregu plus karate, taekwondo, dan pencaksilat. Yang lolos maju Popda Jateng,” tutur dia.

Dia menyampaikan 14 cabor menyelenggarakan seleksi, seperti bola voli, basket, atletik, karate, tenis meja, panahan, tenis lapangan, sepak takraw, bulutangkis, senam, sepakbola, pencak silat, renang, dan taekwondo. Ia berharap Karanganyar mampu menduduki peringkat sepuluh besar pada Popda Jateng.

“Angkat berat, tinju, dan gulat tidak diadakan seleksi. Karena atlet terbatas,” ungkap dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berharap kompetisi bidang olahraga terus diselenggarakan. Salah satu pertimbangan adalah melatih atlet memiliki jiwa kompetisi.

“Kompetisi harus berlangsung karena dari kompetisi akan banyak melatih atlet. Olahraga juga harus terus dijiwai semangat sportivitas, kejujuran, dan jiwa bertanding. Semua orang tahu kalau juara itu pasti karena lebih banyak latihan dibanding yang enggak juara,” ujar dia. (Lim)

Read previous post:
MERAPI-HUMAS POLRES BANTUL Tersangka FL diamankan polisi usai mencabuli anak kandungnya.
Pegawai Honorer Cabuli Anak Kandung

BANTUL (MERAPI)- Seorang pegawai honorer di Pemkab Bantul, FL (30) warga Pleret, Bantul gelap mata. Dia nekat mencabuli anak kandungnya

Close